Hari Tani Nasional diperingati pada 24 September yang merujuk dari kelahiran Undang-undang Pokok Agraria No.5 Tahun 1960. "Besok (Selasa) aksinya dipusatkan di depan Gedung Sate. Petani yang datang nanti antara lain dari Pangandaran, Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Sumedang, Kabupaten Bandung, dan organisasi," jelas koordinator aksi, Sapei Rusin, sewaktu konferensi persi di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Senin (23/9/2013) .
Sapei menerangkan, massa petani dan beberapa organisasi yang ikut Hari Tani Nasional ini tergabung dalam wadah Koalisi Rakyat Untuk Keadilan Agraria. Ia mengklaim sebanyak 7.500 orang dari kaum petani dan ragam organisasi siap mengikuti kegiatan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sapei, massa sekitar pukul 11.00 WIB tiba di Gedung Sate, dan ditargetkan meninggalkan lokasi aksi sekitar pukul 15.00 WIB. "Topik utama yang akan kami sampaikan yakni menolak dan melawan kebijakan monopoli penguasaan tanah skala besar yang menyengsarakan rakyat," ucapnya.
Direktur Eksekutif Walhi Jabar Dadan Ramdan meminta Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Wagub Jabar Deddy Mizwar untuk bergabung dengaan massa aksi.
"Kami ingin mengajak gubernur dan wakil gubernur hadir di tengah-tengah massa kaum petani untuk berdialog serta memberikan solusi. Kami menyiapkan Hari Tani Nasional ini menjadi momen bersama menata persoalan agraria," tegas Dadan di tempat sama.
(bbp/ern)










































