Hal itu dikatakan Deddy saat menghadiri acara Diskusi Publik dan Peluncuran Laucher Persib Mania di Rumah Makan Praoe, Jalan Sumatera, Rabu (18/9/2013).
"Kalau dulu pergantian pemain setiap 4 tahun sekali, sekarang itu tidak bisa dilakukan karena tidak ada pembinaan atau kaderisasi," ujar Deddy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia berharap, dengan kaderisasi diharapkan pemain-pemain di kesebelasan seperti Persib diisi oleh putra-putra daerah. "Sekarang ini kan mudah sekali membeli pemain asing. Ini jadi industri," tutur Deddy.
Kaderisasi atau pembinaan pemain-pemain sepakbola disebutkan Deddy dilakukan dengan membangun stadion-stadion yang akan menjadi tempat diselenggarakannya liga-liga kecil. "Dari liga-liga itu akan bermunculan pemain-pemain yang bagus," katanya.
"Tadi dari rumah ke Tamansari dulu rumah Pak Erwan (Ketua DPRD Bandung) untuk rapat," ujar Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Rabu (18/9/2013).
Keringetan enggak pak? "Ah enggak kan mudun (menurun-red) jalannya," ujarnya.
Sepeda berwarna biru itu pun ia parkirkan di samping Ruang Tengah Balai Kota, tempat biasa parkir mobil dinas wali kota lama. Emil memang jauh hari sudah berkomitmen akan bersepeda dari rumah ke kantor jika tidak ada dinas luar. Sebelum menjadi wali kota, Emil memang penghobi sepeda.
(tya/ern)











































