Deddy Mizwar: Bobotoh Harus Jadi Pemain ke-12 Persib

Deddy Mizwar: Bobotoh Harus Jadi Pemain ke-12 Persib

Tya Eka Yulianti - detikNews
Rabu, 18 Sep 2013 15:11 WIB
Bandung - Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar mengatakan peran suporter untuk kesebelasan sepakbola sangat penting. Seperti halnya kesebelasan Persib yang tak bisa lepas dari bobotohnya. Saking pentingnya, Deddy menyatakan jika Bobotoh itu seharusnya berperan seperti pemain ke-12 dalam tim kebanggaan Kota Bandung itu.

Hal itu disampaikan Deddy dalam acara Diskusi Publik dan Peluncuran Launcher Persib Mania di Rumah Makan Prao, Jalan Sumatera, Rabu (18/9/2013). Ia mengatakan, kultur yang paling penting dibangun dalam olahraga termasuk sepakbola adalah sportivitas.

"Pertandingan itu adalah sebuah peristiwa budaya dimana ada kebersamaan, mulai dari pemain, suporter, pelatih, manajemen, dan semua stakeholder. Kultur yang harus dibangun dalam kebersamaan itu adalah sportivitas," ujar Demiz.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena itu, para pendukung Persib diharapkan bisa membangun kultur yang baik serta bersikap dewasa. "Kalau mendukung Persib, jangan sampai merugikan Persib. Jadilah pemain ke-12. Jangan menjadi lawan persib," katanya.

Dengan menjadi pemain ke-12, Bobotoh tidak akan memaksakan kehendak supaya timnya itu menang dengan cara-cara yang tak dibenarkan. Ia mengatakan, jangan sampai karena ulah oknum suporter membuat kerugian untuk tim.

"Kalau tekanan suporter terlalu tinggi, jangan-jangan malah main tidak bebas. Kalau pemain harus menang dengan cara-cara yang represif, itu beban. Mungkin itu salah satu sumber kekalahan," katanya.

"Jadi juara juga tidak perlu menang terus, tapi pasti ada kalahnya. Bisa tidak menerima kekalahan dengan baik," tambah Deddy.

Yang penting menurutnya adalah bagaimana caranya bermain dengan baik, sehingga jika kalahpun lawan tetap menghormati kita. Dan ketika menang, jangan sampai menghinakan lawan

"Kalau bermain bagus, masalah menang itu adalah luck (keberuntungan). Tapi bagaimana lawan menghormati kita, itu luar biasa," katanya.

(tya/ern)


Berita Terkait