Sekelumit permasalahan di kota berpenduduk dua juta lebih ini, masih menjadi sorotan. Sebut saja soal infrastruktur, layanan publik, pendidikan, dan lingkungan. Perubahan menuju lebih baik, tentunya diharapkan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Perpaduan Ridwan sebagai akademisi dan intelektual muda, serta Oded sebagai pengusaha dan politisi, diimpikaan bisa mengatasi permasalahan tersebut.
"Birokrasinya jangan bertele-tele, terutama soal layanan publik. Contoh, kalau bikin kartu keluarga (KK) jangan pakai lama. Selain itu infrastruktur. Warga ingin jalanan di Bandung itu nyaman, enggak berlubang atau rusak. Perbaiki lampu penerangan jalan umum yang saat ini banyak yang mati," kata warga Ujungberung, Rahmat Budi (34), saat berbincang dengan detikbandung, Selasa (17/9/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu pebisnis, Yudi Irawan (35), mendukung program 'Bandung Juara' yang digulirkan Ridwan dan Oded. "Sektor bisnis industri kreatif harus diperhatikan pemimpin baru Kota Bandung saat ini. Pa Ridwan selama ini 'kan mengikuti perkembangan ragam industri kreatif yang sudah mengharumkan nama Bandung," jelas pria yang berdomisili di kawasan Buahbatu ini.
Kalangan masyarakat bawah punya impian tersendiri. "Pendidikan gratis harus tetap ada. Jangan terjadi perbedaan siswa kaya dan siswa miskin," jelas juru parkir di Jalan Ahmad Yani, Hendra (38).
Banyak pekerjaan rumah yang perlu dibereskan Ridwan dan Oded. Segudang tugas pun sudah di depan mata. Masyarakat sudah memilih dan memercayakan sepenuhnya kepada pemimpin tersebut. Impian 'Bandung Juara' diharapkan bukan sebatas janji sewaktu koar-koar dalam kampanye Pilwalkot lalu.
(bbp/ern)










































