"Kalau urusan PLTSa, saya belum mendapatkan kelengkapan informasi. Susah berkomentar iya atau enggak. Sehingga setelah dilantik saya akan mereview baik-baik," ujar Ridwan Kamil kepada detikcom, Selasa (10/9/2013).
Menurut Ridwan, ada tiga hal penting yang menjadi catatannya. PLTSa harus tidak bermasalah dari sisi lokasi, teknologi, dan dari sisi bisnis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlepas dari pro kontra pembangunan PLTSa, Emil akan lebih dulu melakukan tindakan prefentif dengan cara mengkampanyekan mengurangi sampah.
"Ada pemilahan sampah, juga bikin gerakan menyediakan tempat sampah. Karena di Bandung jarang sekali melihat tempat sampah. Ada 20 truk sampah sumbangan, sehingga tidak ada alasan sampah tidak terangkut karena truknya rusak," jelasnya.
Lebih lanjut Emil mengatakan jika ternyata penanganan sampah dengan cara pengelolaan sampah mandiri dari rumah tangga berhasil, PLTSa menjadi sebuah pertanyaan.
"Jadi saya akan mengejar tiga hal tadi. Akan ada diskusi dengan masyarakat. Saya akan mengimbau warga untuk berpikir jernih, sehingga kekhawatiran itu nantinya bersifat ilmiah dan argumentatif," terangnya.
Proyek pembangunan PLTSa, sebenarnya kini sudah memasuki kontrak kerjasama dengan pengembang yang terpilih yaitu PT Bandung Raya Indah Lestari (BRIL). Rencananya kontrak akan ditandatangani awal bulan ini namun ditunda.
(avi/ern)










































