"Karena Saritem sudah ditutup. Sekarang itu banyaknya mereka (PSK) ke luar. Sampai ke Kebon Jati dan Gardu Jati," ujar Eddy saat dihubungi detikcom, Selasa (3/8/2013).
Menurut Eddy, selama ini pihaknya bersama aparat kewilayahan lainnya seperti RT, RW dan lurah dan Satpol PP terus melakukan pemantauan di tempat lokalisasi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihaknya juga meyakini pelanggan yang kerap mencari kepuasan di Saritem tidak berani untuk datang langsung mencari PSK ke dalam kawasan tersebut.
"Mereka (pelanggan) tidak berani, sungkan dan takut. Sehingga modus yang terjadi mereka bertransaksi di luar," terangnya.
Saat ditanya mengenai jumlah PSK yang kerap mangkal di jalanan, Eddy mengaku tidak memiliki data dengan alasa prostitusi di kawasan tersebut sudah ditutup.
"Dari dulu sudah ditutup, tidak mungkin mendata. Kalau sudah ditutup otomatis seharusnya tidak ada lagi PSK," tandasnya.
(avi/ern)










































