Ribuan Perajin Tahu Tempe di Jabar Terancam Menganggur

Ribuan Perajin Tahu Tempe di Jabar Terancam Menganggur

Baban Gandapurnama - detikNews
Rabu, 28 Agu 2013 11:45 WIB
Ribuan Perajin Tahu Tempe di Jabar Terancam Menganggur
Bandung - Ribuan perajin tahu tempe rumahan di Jabar terancam menganggur akibat melejitnya harga kedelai impor. Biaya produksi yang tinggi bisa memicu produsen menghentikan aktivitasnya.

Terdata sekitar 10 ribu produsen tahu tempe yang tersebar di Jabar. Koperasi Perajin Tahu Tempe Indonesia (Kopti) Jabar mencatat dari jumlah produsen tersebut, sekitar 40 persennya atau 4.000 produsen merupakan industri rumahan.

"Produsen rumahan itu rata-rata pekerjanya berjumlah dua orang. Produsen skala kecil ini mengolah kedelai di bawah 50 kilogram. Mengingat harga kedelai naik, pekerja pun terancam menganggur kalau produsen rumahan berhenti produksi, " jelas Ketua Koperasi Perajin Tahu Tempe Indonesia (Kopti) Jawa Barat, Asep Nurdin, saat dihubungi via telepon, Rabu (28/8/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berbeda dengan produsen skala besar yang mampu bertahan sewaktu harga kedelai impor melesat tinggi. Mereka menyiapkan langkah agar tak merugi.

"Produsen besar bisa menutup kerugian dengan menjual onggokan hasil olahan kedelai," jelasnya.

Lebih lanjut Asep menuturkan, produsen tahu tempe selama ini memilih kedelai impor lantaran jenis kedelai lokal jumlahnya minim. Perajin juga enggan mengolah kedelai lokal lantaran kualitasnya rendah dan dianggap lembek.

"Kedelai lokal itu sekitar 20 persen di pasaran, sulit dicari. Selain itu, keberadaan kedelai lokal tak mampu memenuhi tingginya kebutuhan produsen," ujar Asep.

Soal kedelai, para perajin tahu-tempe di Indonesia mulai merasakan dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang berimbas pada harga kedelai impor.

(bbp/ern)


Berita Terkait