Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar, Sekretaris Daerah Wawan Ridwan dan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pun turut menghadiri acara pelantikan tersebut.
Gubernur dalam amanatnya meminta kepada seluruh pejabat baik yang baru dilantik maupun yang saat ini masih menjabat agar senantiasa mengedepankan profesionalisme dan pelayanan kepada masyarakat. "Soliditas dan kebersamaan yang sudah terbangun harus terus terjaga guna mencapai target pembangunan," ujar Aher.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenaikan harga BBM yang berdampak pada seluruh sendi kehidupan masyarakat dan berlakunya kebijakan China-Asean free trade area (CAFTA) dan era Asean economic community adalah beberapa hal yang akan menjadi tantangan pembangunan Jawa Barat ke depan," katanya.
Pemprov Jabar, lanjut Aher akan terus memperkuat sistem pemerintahan yang lebih demokratis, kebijakan yang berorientasi bottom up, keterbukaan, aplikasi teknologi informasi dan komunikasi yang lebih luas. "Dan tentunya perubahan progresif menuju pemerintahan yang akuntabel, transparan dan bersih," ungkapnya.
Gubernur juga mendorong semua pegawai negeri sipil (PNS) Jawa Barat mampu berinovasi dan berkreasi di unit kerjanya masing-masing. "Harus mampu membaca perubahan dan memiliki wawasan global," tutur Heryawan.
Selain itu, sebagai pejabat di lingkup Pemprov Jabar, harus mampu mengawal kebijakan dan capaian target yang sudah ditetapkan. Tidak hanya menjadi top manager tetapi juga menguasai permasalahan di lingkup kerja masing-masing. "Berikan keteladanan dan membawa perubahan yang lebih baik lagi," tutupnya.
(tya/tya)










































