"Meskipun masih terbatas tempatnya, namun kita tetap memperingati Hari Anak Nasional," ujar Kepala Lapas Anak Sukamiskin Bambang Triharjono didampingi Kepala Sub Seksi Pembinaan Redy Agian saat ditemui di Lapas Anak, Jalan Pacuan Kuda Arcamanik.
Mahasiswa memberikan berbagai macam kegiatan, mulai dari memberikan materi Pola Hidup Bersih dan Sehat dan pemutaran video serta games-games seru. Para napi anak yang usianya berkisar 13-18 tahun ini terlihat antusias dan gembira mengikuti kegiatan tersebut termasuk saat menyanyikan yel-yel semangat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hak anak tidak hilang meski mereka dipenjara. Hak untuk belajar, hak kesehatan tetap diberikan. Hanya kemerdekaannya saja yang hilang karena adanya aturan-aturan. Untuk menghadapi napi anak, kita juga tidak boleh dikeraskan, kasar, harus dirangkul harus sabar," tuturnya.
Bambang menjelaskan, bahwa operasional Napi Anak dimulai sejak awal April 2013, sementara 8 orang napi baru masuk menghuni lapas pada 25 Juni lalu. "Yang baru masuk 8 anak. Itu pindahan dari Rutan Kebonwaru," katanya.
Delapan anak tersebut terlibat kasus narkoba, asusila dan pencurian dengan kekerasan. Putusan yang teringan yaitu 7 bulan sementara yang terlama 3 tahun penjara. Selama bulan Ramadan ini, para napi anak ini mengikuti kegiatan pesantren yang diisi dengan kegiatan seperti baca tulis Quran, praktik Salat, serta latihan dakwah dan rebana.
"Ini juga bagian dari pembekalan kami untuk anak-anak ini untuk terjun di masyarakat. Kami ingin mencetak da'i-da'i kecil," jelas Bambang.
(tya/tya)











































