8 Napi Lapas Anak Meriahkan Peringati Hari Anak Nasional

8 Napi Lapas Anak Meriahkan Peringati Hari Anak Nasional

- detikNews
Selasa, 23 Jul 2013 17:12 WIB
8 Napi Lapas Anak Meriahkan Peringati Hari Anak Nasional
Bandung - Delapan orang warga binaan anak di Lapas Anak Sukamiskin ikut memeriahkan Peringatan Hari Anak Nasional, Selasa (23/7/2013). Bersama belasan mahasiswa dari Jaringan Mahasiswa Kesehatan Indonesia wilayah Priangan, mereka mengisinya dengan berbagai kegiatan dan permainan.

"Meskipun masih terbatas tempatnya, namun kita tetap memperingati Hari Anak Nasional," ujar Kepala Lapas Anak Sukamiskin Bambang Triharjono didampingi Kepala Sub Seksi Pembinaan Redy Agian saat ditemui di Lapas Anak, Jalan Pacuan Kuda Arcamanik.

Mahasiswa memberikan berbagai macam kegiatan, mulai dari memberikan materi Pola Hidup Bersih dan Sehat dan pemutaran video serta games-games seru. Para napi anak yang usianya berkisar 13-18 tahun ini terlihat antusias dan gembira mengikuti kegiatan tersebut termasuk saat menyanyikan yel-yel semangat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rencananya, pada tahun ini secara bertahap para napi anak dari berbagai lapas dan rutan yang ada di Jabar akan dipindahkan ke lapas ini. Saat ini ada 1 blok yang sudah siap diisi dengan kapasitas 50 orang.

"Hak anak tidak hilang meski mereka dipenjara. Hak untuk belajar, hak kesehatan tetap diberikan. Hanya kemerdekaannya saja yang hilang karena adanya aturan-aturan. Untuk menghadapi napi anak, kita juga tidak boleh dikeraskan, kasar, harus dirangkul harus sabar," tuturnya.

Bambang menjelaskan, bahwa operasional Napi Anak dimulai sejak awal April 2013, sementara 8 orang napi baru masuk menghuni lapas pada 25 Juni lalu. "Yang baru masuk 8 anak. Itu pindahan dari Rutan Kebonwaru," katanya.

Delapan anak tersebut terlibat kasus narkoba, asusila dan pencurian dengan kekerasan. Putusan yang teringan yaitu 7 bulan sementara yang terlama 3 tahun penjara. Selama bulan Ramadan ini, para napi anak ini mengikuti kegiatan pesantren yang diisi dengan kegiatan seperti baca tulis Quran, praktik Salat, serta latihan dakwah dan rebana.

"Ini juga bagian dari pembekalan kami untuk anak-anak ini untuk terjun di masyarakat. Kami ingin mencetak da'i-da'i kecil," jelas Bambang.


(tya/tya)



Berita Terkait