Gubernur Jabar Minta KPPU Selidiki Kenaikan Harga Ayam

Gubernur Jabar Minta KPPU Selidiki Kenaikan Harga Ayam

- detikNews
Senin, 08 Jul 2013 17:31 WIB
Bandung - Harga daging ayam mengalami terus mengalami kenaikan menjelang bulan puasa. Jabar sebagai provinsi terbesar pemasok ayam pun tak luput terkena dampak kenaikan harga ayam. Untuk mengetahui penyebab kenaikan harga ayam yang melambung di pasaran, Pemprov Jabar pun menggandeng Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk melakukan pengawasan.

"Kenaikan harga itu antara lain akibat aspek psikologis plus adanya kenaikan harga BBM," ujar Gubernur Jabar Ahmad Heryawan pada wartawan di Bale Asri Pusdai, Senin (8/7/2013).

Namun jika kenaikan harga sudah mulai tak wajar, maka harus diwaspadai adanya kecurangan yang dilakukan oleh sekelompok orang. "Ya tentu presentase kenaikannya harus terukur dan wajar. Kalau tidakk terukur khawatir ada yang lain (masalah-red). Kita terus meminta tidak ada kecurangan dalam perdagangan. Kita juga lakukan langkah-langkah seperti operasi pasar atau bazar murah," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai daerah pemasok daging ayam, Jabar menurut Heryawan seharusnya tak terpengaruh. "55 persen kebutuhan daging ayam dipenuhi oleh Jabar. Harusnya sih tidak terpengaruh. Tapi kan ternyata pasar lain," tutur Aher.

Untuk mendeteksi adanya masalah di lapangan, Aher mengatakan jika saat ini Jabar bekerjasama dengen KPPU untuk melakukan pengawasan dan memberikan hasil investigasinya.

"Khawatir di lapangan ada persoalan. Kalau kita yang menentukan ada permainan kan itu subjektif, tapi kalau yang ngomong KPPU, itu benar, karena itu tugas mereka. Karena itu kami terus koordinasi. Kita akan lihat, mungkin nanti atau besok terus koordinasi, yang jelas masih dalam kondisi wajar. Kalau harganya atau kondisinya tidak wajar maka harus ada tindakan," jelasnya.

(tya/tya)


Berita Terkait