"Kenaikan harga itu antara lain akibat aspek psikologis plus adanya kenaikan harga BBM," ujar Gubernur Jabar Ahmad Heryawan pada wartawan di Bale Asri Pusdai, Senin (8/7/2013).
Namun jika kenaikan harga sudah mulai tak wajar, maka harus diwaspadai adanya kecurangan yang dilakukan oleh sekelompok orang. "Ya tentu presentase kenaikannya harus terukur dan wajar. Kalau tidakk terukur khawatir ada yang lain (masalah-red). Kita terus meminta tidak ada kecurangan dalam perdagangan. Kita juga lakukan langkah-langkah seperti operasi pasar atau bazar murah," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mendeteksi adanya masalah di lapangan, Aher mengatakan jika saat ini Jabar bekerjasama dengen KPPU untuk melakukan pengawasan dan memberikan hasil investigasinya.
"Khawatir di lapangan ada persoalan. Kalau kita yang menentukan ada permainan kan itu subjektif, tapi kalau yang ngomong KPPU, itu benar, karena itu tugas mereka. Karena itu kami terus koordinasi. Kita akan lihat, mungkin nanti atau besok terus koordinasi, yang jelas masih dalam kondisi wajar. Kalau harganya atau kondisinya tidak wajar maka harus ada tindakan," jelasnya.
(tya/tya)










































