"Pasien perlu dioperasi karena ada benda asing di daerah lehernya. Seperti jarum. Ada satu buah. Dokter belum melakukan tindakan operasi. Jadi pasien hanya baru observasi saja," jelas Humas dan Protokoler RSHS Bandung Tengku Djumala Sari saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (5/7/2013).
Napi yang dikabarkan tersangkut kasus pembunuhan itu menempati ruang rawat inap Kemuning di lantai empat. Di ruangan yang sama terbaring sejumlah pasien lainnya. BF sempat satu hari dirawat sebelum melarikan diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perawat di ruang Kemuning mendadak gempar. Sebab BF dan tiga orang penunggu itu sudah tidak berada di ruangan rawat inap pada Rabu (3/7/2013) sekitar pukul 24.00 WIB. "Kalau kata keterangan pasien lainnya kepada perawat, sebelum kabur itu dia (BS) bilang mau ke kamar mandi. Tidak ada jejak, misalnya tas atau baju yang ditinggalkan di ruangan," jelas Mala sambil menambahkan sewaktu kabur itu BF berkondisi sehat.
Semestinya sesuai prosedur pengamanan di RSHS, kata Mala, pasien berstatus tahanan serta narapidana dalam kondisi terborgol tangannya selama berada di ruangan. Namun nyatanya tidak begitu. "Penting perlu diketahui, saat itu tangan pasien (BF) tak diborgol. Petugas (Rutan Kebon Waru) juga tidak melakukan penjagaan. Perawat dan satpam pun tidak dikasih tahu kalau pasien itu napi," ungkap Mala.
Kepala Rutan Kebonwaru Joko Pitoyo tak memberikan keterangan terkait kaburnya BF saat dirawat di RSHS. Ia mengaku berada di luar kota.
"Saya tidak tahu. Saya sedang tugas di luar kota," ujar Joko saat dihubungi via telepon, Jumat (5/7/2013).
(bbn/bbn)











































