LPSE Kabupaten Bogor Belum Terintegrasi dengan Pusat

LPSE Kabupaten Bogor Belum Terintegrasi dengan Pusat

- detikNews
Senin, 01 Jul 2013 18:32 WIB
Bandung - Dari 26 kabupaten dan kota yang ada di Jabar, hanya tinggal 1 kabupaten saja yang Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE)-nya belum terintegrasi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP). Pemprov Jabar pun terus mendorong Kabupaten Bogor untuk bisa segera menerapkan e-procurement yang terhubung dengan daerah lainnya.

Sebanyak 18 kabupaten kota sudah pakai e-proc sendiri dan sisanya 7 kabupaten kota masih terhubung dengan e-proc LPSE Jawa Barat. Sementara Bogor masih menggunakan e-proc lama.

"Bupati Bogor belum mengizinkan. Kami juga tidak mengerti alasannya," ujar Kepala Balai LPSE Jabar Ika Mardiah dalam acara HUT Ke-5 LPSE Jabar di Balai LPSE Jabar, Jalan Dago Pakar Permai, Senin (1/7/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena belum menggunakan e-proc yang terhubung, LKPP akan sulit memantau jika ada masalah dalam hal pengadaan barang dan jasa di kabupaten tersebut.

Menghadapi kondisi seperti itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menyatakan akan melakukan komunikasi dengan Kabupaten Bogor terkait belum digunakan e-proc dalam pengadaan barang/jasa secara elektronik di wilayah itu.

"Nanti kita komunikasikan hal itu. Mungkin di sana (Kabupaten Bogor) punya kendala lain. Apakah memang orang-orangnya (SDM-nya) belum memadai," katanya.

Jika memang alasannya SDM-nya tidak memadai untuk pelaksanaan sistem itu maka LPSE Jawa Barat siap memberikan pelatihan karena ada lembaga pelatihannya. "Kita kan punya tempat untuk training. Kalau Kabupaten Bogor belum siap peralatannya, pakai yang pemprov dulu, bisa kita pinjamkan," tutur Demiz.

(tya/tya)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini