Dedy mengatakan, dirinya tak berencana memutus kontrak secara sepihak dengan para produsen yang mengontrak dirinya sebagai bintang iklan. Karena menurut Deddy, itu justru menunjukkan dirinya tidak profesional.
"Kalau saya bayar mereka (putus kontrak-red). Nanti saya dibilang enggak tahu etika, yang tertulis saja dilanggar. Apa tidak membuat buruk Wagub Jabar. Ini integritas saya. Nanti malah saya salah lagi. Tokoh masyarakat yang lain kritik lagi," ujar Deddy dalam diskusi dan hearing yang digelar di lobi ruang rapat paripurna DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Jumat (28/6/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memilih talent yang bisa menyampaikan pesan itu tidak mudah. Bahkan mereka bisa survei berbulan-bulan sebelumnya. Itu akan sangat merugikan, saya tidak mau zalim," katanya.
Ada tiga sikap yang Deddy sampaikan sewaktu pertemuan tersebut. "Tidak akan menerima kontrak baru. Saya tidak akan memperpanjang kontrak yang ada saat ini. Kontrak yang ada, akan saya renegosiasi. Misalnya bentuk iklannya diubah menjadi edukasi masyarakat. Saya akan berbicara dengan produsen," jelasnya.
Deddy pun menyampaikan permintaan maaf jika iklan-iklan yang menampilkannya saat ini dianggap meresahkan masyarakat.
(tya/bbp)











































