"Dua bulan lalu saya sengaja membuat sepeda klasik Itali ini. Belum pernah dipakai sama abah. Tadi malam saya pulang dari Jepang, tahu kabar kalau Emil (menang dari quick count-red). Jadi saya langsung berikan saja. Ini hadiah dari warga, spontan saja," ujar pria yang akrab disapa Abah Iwan saat menghadiri acara syukuran di Jalan Rakata, Bandung, Senin (24/6/2013).
Iwan mengibaratkan sepeda ini sebagai keris, yang merupakan simbol kepemimpinan. Iwan Berharap warga Bandung bisa berbudaya dan beralih pada sepeda dan rangkaian kebaikan lainnya.
"Bersepeda salah satu masalah rasional untuk memecahkan sekian banyak masalah di Bandung. Misalnya nanti orang ke stasiun dulu pake sepeda, lalu pake kereta," terang Iwan.
Menurut Iwan, bersepeda juga bukan hanya ajang untuk eksis saja, namun warga Bandung juga harus mendukung dalam pemecahan masalah, khususnya masalah kemacetan dengan bersepeda.
"Bukan hanya pemimpin saja, tapi semua warga harus memberikan energi. Bukan cecentilan untuk inspirasi. Warga bandung harus memberikan energi yang sesuai dengan kompetensinya masing-masing, jangan semua menggantungkan kepada pemerintah," jelasnya.
Sepeda berwarna biru donker tersebut memang sederhana. Namun menurut Abah Iwan, sepeda tersebut dibuat menggunakan tangan langsung dan sangat klasilk.
Sementara itu, di tempat yang sama pria yang akrab di sapa Emil ini sangat berterimakasih atas pemberian hadiah sepeda yang dinilainya sebagai bentuk amanat agar Bandung bisa menjadi kota sepeda.
"Banyak nilai-nilai hidup datang dari abah. Sepeda ini juga sebagai amanat untuk menjalankan mimpi saya yang ingin menjadikan Bandung sebagai kota sepeda," kata Emil.
Jika ia sudah pasti dinyatakan sebagai pemenang Pilwalkot 2013 ini, ia akan bersepeda dari rumah dinas ke kantor. "Pergi dan pulangnya pakai sepeda. Mudah-mudahan ada yang bisa mengikuti juga," harapmya.
Selain itu, Ridwan juga akan membuat program dalam satu minggu, minimal satu hari bersepeda, serta menyebarkan 1.000 halte bike sharing di setiap penjuru Kota Bandung.
"Yang sekarang kan sudah jalan. Gaji penjaganya juga datang dari uang sewa. Hanya karena promosi kurang maksimal, jadi belum sempurna," tandasnya.
(avi/tya)











































