Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Sutarno mengatakan langkah pengamanan khusus dilakukan dengan melibatkan fungsi satuan intelijen, dan menyebar anggota polisi di tempat-tempat rawan terjadinya serangan fajar. Masa pencoblosan Pilwalkot Bandung berlangsung Minggu 23 Juni.
"Tentunya kami menyebar anggota di lapangan. Lokasi atau tempat yang memiliki tingkat kerawanan, menjadi pengawasan aparat kemananan. Kalau ada melakukan (serangan fajar) ya tangkap," jelas Sutarno di Mapolrestabes Bandung, Sabtu (22/6/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sutarno, praktik tersebut bisa dicegah sedini mungkin dengan bentuk pegawasan dari polisi serta masyarakat. "Intinya masyarakat jangan terpengaruh. Bagi orang yang punya niat (serangan fajar) janganlah melakukannya," ucapnya.
Ia pun mewanti-wanti masyarakat tidak mudah dikendalikan dan dirayu dengan imbalan beraroma money politic. Sutarno percaya masyarakat Bandung bisa menyampaikan pilihannya sesuai hati nurani. Dia menjelaskan, serangan fajar seperti politik uang, pihak pemberi dan penerima itu sudah melakukan pelanggaran.
"Kalau ada pelanggaran hukum, tentu diselesaikannya dengan aturan hukum berlaku," tegas Sutarno.
(bbp/bbp)
