CEO NoLimit Aqsath Rasyid Naradhipa mengatakan, pihaknya melakukan survei ini pada 12-18 Juni 2013. Mereka memantau pergerakanpasangan calon antara lain tweet (menulis pesan di lini masa), reply (membalas tweet), mention (menautkan tweet ke akun lain), hingga retweet (mengulang tweet).
Selain itu, NoLimit juga memperhatikan jumlah pengikut akun mereka hingga pengaruh mereka terhadap trending topic. Dalam satu hari ada 4000-5000 twitter yang diolah oleh mereka. Berdasarkan indikator ini, peranti lunak buatan mereka yang disebut NoLimit Engine, kemudian mengolahnya secara statistik.
"Hasil olahannya lantas dikelompokkan menjadi tiga poin parameter yakni popularitas (conversation), pengaruh (influence), dan citra kandidat (sentiment). Parameter ini diolah lagi untuk memunculkan pemeringkatan," ujar Aqsath dalam jumpa pers yang digelar di Dakken Cafe, Jalan LRE Martadinata, Jumat (21/6/2013).
Menurut Aqsath, social media dapat menjadi salah satu sumber referensi monitoring isu politik di Indonesia untuk saat ini dan ke depannya.
"Layaknya di dunia nyata, fenomena seperti kampanye dan black campaign juga terjadi pada media ini," jelasnya.
Sebelumnya, NoLimit juga pernah melakukan survei pada Pulgub DKI Jakarta 2012 dan Pilgub Jabar 2013.
(avi/avi)











































