Menurut Yusi, jumlah surat suara berdasarkan surat jalan yakni jumlahnya 1.728.443. Sedangkan jumlah surat suara yang distribusikan ke PPK adalah 1.700.349. Selisihnya adalah 28.094.
"Setelah dilakukan pennyortiran dan pemipatan, terdapat surat suara yang rusak yakni 28.581. Sehingga terdapat selisih minus 487," ujar Yusi.
Menurut Yusi, kertas suara yang rusak paling banyak yakni bercak warna atau tinta yang terdapat pada beberapa pasangan calon.
"Lalu kategori surat suara yang terlipat, ada bekas lipatan yang melintang dan melalui foto pasangan calon. Lalu ada juga surat suara yang sobek, kusut dan kotor. Ada juga surat suara yang tidak tercetak bagian belakangnya, yakni identitas KPPS dan tempat tanda tangan ketua KPPS," jelasnya.
Sementara itu, Β di tempat yang sama Ketua KPU Kota Bandung mengatakan, setiap penyelenggaraan pemilu, surat suara yang dikirim percetakan, selalu mengalami kerusakan.
"Kasusnya ada yang kecil ada yang besar. Pilwalkot tahun 2008 juga terjadi, Pilgub kemarin juga. Kerusakan surat suara hal biasa baik dalam pemilu nasional maupun kepala daerah," jelasnya.
Selain itu Apipudin juga membantah tudingan sudah melakukan pencoblosan pada 2.000 kertas suara yang dilakukan pada salah satu calon surat suara.
"Hal ini dibuktikan surat suara tidak hanya bolong di salah satu pasangan saja, tapi juga pasangan calon lain dan berbagai kategori," tutupnya.
(avi/tya)











































