"Kenaikan BBM akan sangat mempengaruhi beban masyarakat karena bahan pokok pasti naik. Bantuan yang akan diberikan tidak sebanding dengan kesulitan yang dirasakan masyarakat," ujar Koordinator Aksi Andriansyah di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (20/6/2013).
Menurutnya, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan seharusnya ikut berpartisipasi menyuarakan penolakan kenaikan harga BBM. "Ini kan aspirasi rakyat. Seharusnya Gubernur ikut berpartisipasi," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi coret-coret itu rupanya luput dari pengawasan polisi. Pedemo lain yang membawa cat semprot pun kemudian ikut bergabung mencoreti tembok hingga akhirnya polisi memergokinya. Cat semprot yang digunakan berwarna merah dan hitam. Tulisan lainnya yang tertera di tembok itu yakni 'SBY Not My President'.
Kabag Ops Polrestabes Bandung AKBP Diki Budiman meminta pedemo menghentikan aksinya. Namun massa HMI justru bereaksi. Mereka menilai polisi tak mendukung rakyat.
"Polisi menghentikan aspirasi kita. Polisi tidak pro rakyat," kata salah seorang demonstran melalui pengeras suaranya.
Kondisi sempat memanas sewaktu mahasiswa membakar ban. Bahkan mereka sempat menutup Jalan Diponegoro sehingga polisi terpakasa meminta pengendara memutar arah. Tak berselang lama, massa HMI meninggalkan lokasi aksi dan lalu lintas Jalan Diponegoro pun kembali normal.
(tya/bbp)










































