Sejak Minggu (16/6/2013) hingga Rabu (19/6/2013), Biofarma yang merupakan BUMN ini menjadi tuan rumah penyelenggaraan konferensi Pembuat Vaksin dan Obat-obatan negara OKI ke-2 yang diikuti 57 negara.
"Dalam konferensi ini, akan dirumuskan ide-ide atau usulan-usulan untuk kemudian dibahas di tingkat menteri," ujar Dirut Biofarma Iskandar dalam jumpa pers di Gedung Serba Guna Biofarma, Jalan Dr Djundjunan, Kota Bandung Rabu (19/6/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usulan jangka pendek yang disampaikan Biofarma yaitu transfer teknologi pada negara-negara OKI, terlebih negara yang memiliki 50 juta penduduk. "Transfer teknologi perlu dilakukan untuk kemandirian dan keamanan vaksin sebuah negara. Kami siap transfer teknologi," tutur Iskandar.
Dari 57 negara OKI itu hanya beberapa saja yang mampu memproduksi vaksin. Selama ini Biofarma menjadi sudah diakui badan kesehatan dunia. Selain itu, Biofarma mengusulkan juga dilakukannya kerjasama riset serta pendirian pusat riset obat dan vaksin negara Islam.
Iskandar menjelaskan, negara-negara anggota OKI mengakui potensi Indonesia untuk menjadi inovasi vaksin. Pada hari terakhir konferensi ini, para delegasi dari negara-negara Islam berkesempatan mengunjungi pabrik pembuatan obat dan vaksin di Biofarma.
(tya/bbp)










































