Hal itu disampaikan Sekretaris Eksekutif I Panlok Bandung Asep Gana dalam konferensi pers di Kampus ITB, Jalan Ganeca, Selasa (18/6/2013).
"Untuk peserta yang berkebutuhan khusus tahun 2013 ini jumlahnya ada 19 orang yang terdiri dari 10 peserta tunarungu, 2 peserta tuna rungu, 3 peserta tuna daksa dan 4 orang peserta yang sakit atau kecelakaan sehingga tak bisa mengerjakan ujian sendiri," ujar Asep.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk peserta yang sakit, ada yang mengerjakan di kursi roda atau tempat tidur pasien. "Kami akan membantu bagi peserta yang berkebutuhan khusus seperti itu. Tanpa mengurangi kejujuran ujian," katanya.
(tya/tya)










































