Nomor urut 1 Edi Siswadi-Erwan Setiawan
Edi Rp 3.800.681.700
Erwan Rp 3.537.671.951 dan uang dollar USD 15.00
Nomor urut 2 Wahyudin Karnadinata-Tonny Apriliani
Wahyudin Rp 1.138.101.250
Tonny 6.988.008.603
Nomor urut 3Wawan Dewanta-HM Sayogo
Wawan Rp 2.339.525.764
Sayogo Rp 566.928.000
Nomor urut 4 Ridwan Kamil-Oded M Danial
Ridwan Rp 5.086.795.057
Oded Rp 86. 872.390
Nomor urut 5 Ayi Vivananda-Nani Suryani
Ayi Rp 1.219.909.760
Nani Rp 5.587.235.218 dan dollar USD 1.433
Nomor urut 6 MQ Iswara-Asep Dedy Ruyadi
Iswara Rp 5.013.968.303
Asep Rp 4.074.610.000
Nomor urut 7 Budi Setiawan-Rizal Firdaus
Budi Rp 1.896.240.000
Rizal Rp 2.485.400.000
Nomor urut 8 Bambang Setiadi-Alex Tahsin
Bambang Rp 5.789.861.254
Alex Rp 449.392.973
Namun hasil tersebut banyak yang tidak sesuai dengan harta kekayaan pasangan calon. Seperti Ayi, ia protes dengan hasil verifikasi yang dianggap tidak sesuai.
"Saya tidak merasa punya surat berharga, tapi di sini tertcantum. Saya merasa harta saya hanya Rp 600 juta," ujar Ayi.
Sementara Erwan mengklarifikasi harga rumah yang tercantum di LHKPN. Dalam LHKPN tertulis harga rumah di Kota Bandung Rp 355.420.800, padahal menurut Erwan harga rumah tersebut mencapai Rp 3,2 miliar.
"Rumah itu milik saya yang dibelikan oleh bapak saya," terang Erwan.
Berdasarkan data tersebut, calon kepala daerah terkaya yakni Toni Apriliani, sementara yang hartanya paling minim adalah Oded M Danial.
"Saya tidak punya mobil pribadi. Ada dua mobil, itu fasilitas sebagai anggota DPRD dan ketua DPD PKS Kota Bandung," ujar Oded.
(avi/tya)










































