Debat kandidat Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung periode 2013-2018 terakhir yang digelar di Bandung Convention Center (BCC) Jalan Soekarno Hatta lebih atraktif dibanding dua debat yang dilakukan KPU Kota Bandung sebelumnya. Dalam debat kali ini sempat terjadi adu argumen antarpara kandidat terkait permasalahan yang dipertanyakan.
Selain memaparkan penyelesaian isu yang dipilih, masing-masing calon menguji pasangan calon lainnya mengenai permasalahan tersebut. Suasana selama pelaksanaan debat sempat memanas. Apalagi pendukung masing-masing pasangan cukup heboh berteriak atau bertepuk tangan setiap kali jagoannya berbicara.
Debat calon wali kota dan wakil wali kota bandung kali ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama, setiap pasangan calon menjawab pertanyaan yang sudah disiapkan dalam waktu satu menit. Setelah itu diuji oleh tiga pasangan calon lainnya dengan waktu masing-masing 90 detik. Sedangkan sesi kedua merupakan pemaparan visi dan misi dalam waktu 90 menit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain itu kami akan melakukan sosialisasi dan terakhir baru menggunakan teknologi dalam penanganan sampah, seperti PLTSA," ujarnya, Minggu (16/6/2013).
Eswan mendapat tiga pertanyaan dari calon lain yakni Wahyudin Karnadinata, Bambang Setiadi dan Ridwan Kamil. Suasana sempat panas saat Erwan dan Wahyduin terlibat perdebatan.
"Saya yakin nomor 1 ini tidak bisa menyelesaikan masalah sampah. Beliau-beliau ini Ketua DPRD dan Sekda Kota Bandung. Selama 10 tahun ke belakang ini sudah berbuat apa?" ujar Wahyudin.
Maslah kemacetan parah menjadi pertanyaan yang ditujukan kepada pasangan nomor urut 4, Ridwan Kamil-Oded M. Danial. Pasangan ini menawarkan beberapa konsep seperti mengubah kesadaran warga, membuat transportasi massal, dan mengusahakan warga untuk bekerja yang lokasinya dekat dengan rumah.
"Saat ini angkutan kota hanya mampu menampung 25 % penduduk warga. Yang harus diubah adalah gaya hidup warga untuk tidak menggunakan kendaraan pribadi setiap hari. Tapi dengan menggunakan transportasi massal. ke depan, kita akan membangun monorel dan busway untuk mengantisipasi kemacetan," tambahnya.
Suasana sempat heboh ketika pasangan nomor urut 5, Ayi Vivanada-Nani Suryani mendapatkan pertayaan mengenai Sungai Cikapundung. Ayi menjelaskan, kondisi Sungai Cikapundung saat ini disebabkan karena erosi hutan, keberadaan limbah kotoran sapi dari hulu Sungai Cikapundung, dan masih banyak warga yang membuang sampah ke sungai.
"Terkait masalah kotoran sapi ini, kami akan meminta Pemprov Jawa Barat untuk mengubah kotoran sapi menjadi biogas," ucapnya.
Para pendukung pun sempat riuh ketika Ayi berbicara soal sapi. Calon wali kota nomor 2, Wahyudin menimpali ucapan Ayi. "Saya juga tahu, sapi itu punya Gubernur," ujarnya.
Pasangan nomor urut 6 MQ iswara-Asep Dedy Ruyadi mendapat isu soal jalan rusak. Iswara mengaku prihatin atas banyaknya korban jiwa yang meninggal karena jalan yang rusak ini.
"Jalan yang rusak di Kota Bandung mencapai 350 kilometer. Infrastuktur harus diperbaiki dengan serius," tambahnya.
Babakan Siliwangi pun menjadi isu seksi dalam debat ini. Terkait masalah ini, Budi "Dalton" Setiawan-Rizal Firdaus mengatakan, pihaknya akan membangun baksil-baksil lainnya sehingga ruang terbuka hijau menjadi lebih banyak lagi.
"Salah satu strategi, saya akan menggratiskan pemakaman. Pemakaman tersebut bisa difungsikan sebagai ruang terbuka hijau dan taman bermain anak-anak," ucapnya.
Sementara pasangan nomor 8, Bambang Setiadi-Alex Tahsin Ibrahim (Balex) mendapatkan pertanyaan mengenai sepatu Cibaduyut. Ia menginginkan, semua warga Kota Bandung nantinya wajib memakai sepatu produk Cibaduyut.
"Bagaimana warga mau memakai produk Cibaduyut kalau pemerintahnya juga tidak memakai produk lokal. Yang tak kalah pentingnya juga adalah masalah perizinan yang di Kota Bandung tidak ada yang gratis. Oleh karena itu, kami akan menggratiskan SIUP, SITU dan TDP bagi perajin di Kota Bandung," tegasnya.
(avi/mok)










































