"Dalam beberapa kali kunjungan ke sejumlah sentra industri rumahan, saya menyimpulkan faktor permodalan menjadi kendala utama," ujar Erwan saat berkunjung ke kawasan RW 10 Kel. Dunguscariang Kec. Andir, Rabu (22/05/2013).
Dalam rilis yang diterima detik.com, Erwan menyebut, di kawasan tersebut sebagian besar warganya memproduksi tas, dompet, dan sejenisnya sebagai industri rumahan dengan rata-rata perajjin mempekerjakan 5 orang warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, menurut Erwan, hal lain yang dibutuhkan pelaku industri rumahan untuk bisa bersaing dengan produk lainnya adalah design produk, dan juga tenaga ahli serta strategi pemasaran.
"Dari sejumlah lokasi yang saya kunjungi, sesungguhnya semangat berwirausaha masyarakat sudah tinggi. Kedepan, kami akan mengembangkan potensi tersebut menjadi lebih berdaya," jelasnya.
Mengenai budidaya lele yang dilakukan warga, Erwan mengatakan sangat mendukung. Alasannya, di tengah keterbatasan lahan, warga masih mampu mengoptimalkan lahan yang tersedia menjadi produktif.
"Meskipun secara geografis, Bandung bukan wilayah pertanian perikanan, namun upaya warga ini harus mendapat perhatian serius pemerintah," jelasnya.
Ia pun berjanji akan memberikan bantuan pendampingan untuk kelompok warga yang masih bersedia melakukan budidaya lele, sehingga usaha mereka menjadi lebih maju.
"Bukan tidak mustahil kan, kedepan kota Bandung bisa menjadi sentra lele," ujarnya.
Usai mengunjungi warga RW 10, Erwan menyempatkan diri menengok Ibu Roni (56), warga RT 03 RW 07 Kel. Dunguscariang Kec. Andir yang menderita stroke sejak 5 tahun terakhir.
"Keluarga ini sudah berupaya untuk berobat namun tidak memiliki biaya lagi," katanya.
Erwan mengatakan, Kartu Katumbiri yang menjadi program unggulan ESWAN merupakan salah satu solusi bagi masyarakat, sehingga kejadian seperti yang dialami Ibu Roni tidak terulang di masa mendatang.
(avi/tya)










































