Mayat Pria Bertato Naga Telungkup di Kebun Pisang

Mayat Pria Bertato Naga Telungkup di Kebun Pisang

Baban Gandapurnama - detikNews
Selasa, 21 Mei 2013 11:07 WIB
Mayat Pria Bertato Naga Telungkup di Kebun Pisang
Bandung - Mayat pria bertato naga ditemukan dalam kondisi telungkup di kebun pisang, Jalan Terusan Sindang Barang, RT 4, RW 5, Kelurahan Antapani Kulon, Kecamatan Antapani, Kota Bandung. Jasad pria itu teridentifikasi bernama Asep Firdaus (26).

Jasad Asep pertama kali diketahui penjaga kebun, Yana Suryana (82), sekitar pukul 07.00 WIB, Selasa (21/5/2013). Yana yang hendak memasukkan sampah ke galian tanah berlubang, terkejut melihat tubuh manusia bertelanjang dada terkapar mencium tanah.

"Saya pangil-panggil, tapi orang yang telungkup itu tidak bangun. Kirain lagi tidur. Lalu saya laporkan ke RT setempat, selanjutnya lapor polisi," jelas Yana di lokasi penemuan mayat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yana dan warga sekitar tak mengenal sosok Asep yang tertulis pada KTP sebagai warga RT 4 RW 1, Kampung Nurul Salam, Desa Sukamanah, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat.

"Ada dompet berisi identitas dan tas milik korban. Korban merupakan buruh perkebunan," jelas Kanitreskrim Polsek Antapani AKP Adang kepada wartawan di TKP.

Tim Inafis Polrestabes Bandung datang ke TKP guna mengidentifikasi mayat. Diperkirakan Asep meregang nyawa sejak dini hari atau lima jam sebelum ditemukan terbujur kaku.

"Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuhnya. Kami masih menyelidikinya. Pria ini memiliki tato naga di bagian lengan kanan. Selain itu tato lainnya di lengan kiri serta punggung kanan," terang Adang.

Untuk kepentingan penyelidikan serta mengetahui pasti penyebab kematian, jasad Asep diboyong ke RSHS Bandung untuk dilakukan visum. Saat ditemukan, Asep yang berambut hitam gaya mohawk itu bercelana jeans panjang hitam dan memakai gelang berbentuk tasbih di tangan kiri.

(bbp/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini