Agus menunjuk kondisi akses jalan, penerangan jalan umum, parkir, taman, hingga rumput dan kekokohan bangunan yang dinilai masih belum siap 100 persen. "Seharusnya Wali Kota menahan diri melakukan soft launching stadion. Kalau lihat kemarin, memang terlalu dipaksakan," kata Agus dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu (11/5/2013).
Menurutnya meski fisik bangunan sudah selesai, namum menurut informasi dari pengembang masih ada beberapa perbaikan dan penyempurnaan. "Makanya jangan diganggu oleh sebuah kegiatan pengerahan massa sebelum segalanya dinyatakan siap. Kalau sudah begini, takutnya malah mengganggu kondisi Gelora BLA," cetusnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jalan seadanya, becek, rusak, gelap, riskan dan rawan kecelakaan," tambahnya.
Saat pulang, Agus mencoba jalur berbeda dengan pintu keluar di Derwati. "Jalan ke Derwati sepanjang 2,8 kilometer memang bagus. Mulus dan sudah siap. Tetapi tidak ada PJU-nya. Sama-sama rentan kecelakaan dan kejahatan," tambahnya.
"Kesan politiknya sangat kental. Acara tersebut terkesan diarahkan kepada individu. Gelora BLA ini berdiri bukan jasa individu tapi karena kerjasama semua pihak, baik pemerintah kota, pemerintah provinsi, dewan kota, dewan provinsi, dan masyarakat. Jadi jangan dijadikan pencitraan oleh seseorang," pungkasnya.
Soft launching Gelora Bandung Lautan Api Jumat malam langsung dilakukan Walikota Bandung Dada Rosada dengan penandatanganan prasasti. Acara ini juga dihadiri Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Wagub Jabar Dede Yusuf, dan juga Wakil Walikota Bandung Ayi Vivananda. Sedikitnya 5 ribu warga turut hadir dalam acara ini.
(ern/ern)










































