"Alhamdulillah sesuai harapan. Pernah diimpikan nomor tiga dan empat," ujar Ridwan Kamil usai Rapat Pleno Terbuka Pengundian Nomor Urut di Hotel Grand Pasundan, Jalan Peta, Rabu (8/5/2013).
Menurut Ridwan, keinginannya mendapat nomor urut 4 terispirasi dari kemenangan pasangan nomor 4 Aher-Demiz pada pertarungan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar beberapa waktu lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesamaan nomor urut juga dialami pasangan PDIP. Saat Pilgub Jabar lalu, pasangan PDI Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki memperoleh nomor urut 5. Begitu pula Ayi Vivananda-Nani Rosada. Namun Ayi enggan menghubungkannya dengan nasib nomor 5 saat Pilgub lalu.
"Ini sesuai harapan kami dapat nomor urut 5. Salah satu alasannya, nomor 5 lebih mudah mengacungkan jari. Angka 5 punya banyak variasi, bisa rukun Islam, Pancasila, salat 5 waktu. Jangan menghubungkan dengan pilgub atau klenik," jelas Ayi.
Sementara itu, pasangan calon lainnya mengaku bersyukur telah diperolehnya nomor urut. Sebagian dari pasangan calon memang menginginkan nomor urut yang diperoleh mereka. Seperti yang diungkapkan pasangan nomor urut 1, Edi Siswadi-Erwan Setiawan.
"Karena nomor 1 mudah-mudahan kita jadi yang pertama. Nomor satu mudah diingat dan diilustrasikannya gampang dibandingkan nomor urut lainnya," ujar Edi.
Hal serupa juga diungkapkan pasanga Budi Dalton-Rizal Firdaus, sejak awal mereka memang menginginkan angka 7 sebagai nomor urut mereka.
"Ini sesuai wangsit dan harapan. Nomor 7 itu kalau di Sunda merupakan tertinggi sebelum ada angka 8 dan 9," terang Budi.
Sementara itu pasangan MQ Iswara-Asep Dedi Ruyadi yang memperoleh nomor urut 6, tak begitu mempersoalkannya. "Nomor apapun tidak masalah, tapi Alhamdulillah dapat nomor 6. Sesuai dengan rukun iman ada 6, sebagai muslim saya sangat percaya angka 6 akan amanah," tutur Iswara.
(avi/ern)











































