Gaung pemberantasan preman digelindingkan aparat gabungan di Jabar. Mereka siap mengincar 400 preman yang berkeliaran meresahkan masyarakat di wilayah hukum Polda Jabar. Kegiatan tersebut bersandi Operasi Terpadu Premanisme.
"Operasi ini guna mencegah dan sebagai upaya penanggulangan premanisme. Tentu tujuannya agar Jabar aman. Serta menjaga kondusifitas," kata Kapolda Jabar Irjen Pol Tubagus Anis Angkawijaya usai upacara Operasi Terpadu Premanisme di halaman Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Rabu (8/5/2013).
Turut hadir dalam upacara di antaranya Kajati Jabar Soemarno, Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Sudirman, Danpomdam III/Siliwangi Kolonel CPM Wahyu Sapto Nugroho, dan Ketua DPRD jabar Irfan Suryanagar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Teknisnya, kami nanti melakukan penangkapan dan pembinaan. Kalau ada orang melanggar tindak pidana, misal memeras dan bawa senjata tajam, kami proses sesuai kententuan hukum berlaku," tegas Anis.
Operasi berlangsung pekan depan ini melibatkan 950 personel aparat gabungan dari unsur Polri, TNI, Kejaksaan, dan Pemda. Karo Ops Polda Jabar Kombes Pol Martanto mengatakan preman yang berhasil diamankan akan dipilah-pilah untuk fokus dibina.
"Target pertama 400 orang preman yang perilakunya menyimpang atau meresahkan akan dilakukan pembinanan. Kalau preman melakukan tindak pidana, tidak dibina, tapi diproses hukum. Jika ada preman melibatkan oknum TNI, diserahkan ke Puspom. Sementara oknum Polri ke Provost," tutur Martanto.
Martanto beralasan, target memburu 400 preman yang hendak dibina itu karena disesuaikan dengan jumlah kuota tahap pertama. Preman rencananya dibina di markas Komando Pendidikan dan Pelatihan Resimen Induk Daerah Militer (Dodik Rindam) III/Siliwangi, Cikole, Lembang, Jabar. "Setelah tertangkap, pada 16 Mei mendatang para preman dikumpulkan dan menjalani pembinaan selama satu minggu di Dodik Rindam," tutup Martanto.
(bbp/ern)










































