Hal itu diungkapkan Ketua Pokja Pencalonan KPU Jabar Ahmad Heri saat ditemui di KPU Jabar, Jalan Garut, Selasa (7/5/2013).
"Ketahuannya pas diverifikasi, kesimpulan kesehatannya disebutkan kalau caleg itu tidak sehat. Dari partainya juga kaget pas dikasih tahu," ujar Ahmad.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rekomendasi kami sih diganti. Tapi kalau menurut pemeriksaan nanti ternyata caleg itu sehat, berarti kredibilitas dokter atau RS yang sebelumnya memeriksa kan dipertanyakan," tuturnya.
Selain surat keterangan kesehatan yang menerangkan kondisi jasmani dan rohani caleg, persyaratan lainnya yang banyak kekurangan yaitu untuk keterangan bebas narkoba.
Sementara itu, Iwan Setiawan, Ketua Divisi Advokasi DPD Partai Demokrat Jabar membantah keterangan tersebut. Menurutnya, caleg yang dimaksud tersebut sehat secara rohani berdasarkan surat keterangan pemeriksaan kesehatannya. Meski diakui ada catatan tambahan bagi caleg yang bersangkutan.
"Ini hanya ada perbedaan persepsi saja dalam menilai surat keterangan itu," ujar Iwan saat ditemui usai mengambil berkas hasil verifikasi.
Ia menyebutkan, dalam surat keterangan kesehatan dituliskan 'Tidak terdapat gangguan jiwa secara nyata'. "Itu kan artinya sehat. Meskipun ada tambahan bahwa yang bersangkutan ini ada kecenderungan emosi dan disarankan untuk konsultasi lebih lanjut," tuturnya.
Partai Demokrat mengaku keberatan jika dianggap telah meloloskan caleg yang 'sakit'. Iwan pun mengungkap, belum ada rencana untuk mengganti caleg tersebut.
"Kami akan konfirmasi pada yang bersangkutan dan juga rumah sakit," pungkas Iwan.
(/)










































