UN SMA Karut Marut, Perguruan Tinggi Tetap akan Hitung Hasil UN

UN SMA Karut Marut, Perguruan Tinggi Tetap akan Hitung Hasil UN

Avitia Nurmatari - detikNews
Selasa, 23 Apr 2013 12:56 WIB
UN SMA Karut Marut, Perguruan Tinggi Tetap akan Hitung Hasil UN
Ilustrasi
Bandung - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/SMK/MA tahun ini karut marut. Meski begitu, perguruan tinggi (PT) tetap akan menghitung nilai hasil UN sebagai salah satu persyaratan pendaftaran calon mahasiswa baru.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Utut Adianto kepada wartawan di SMPN 10 Bandung, Jalan Dewi Sartika, Selasa (12/4/2013)

"Kemarin bertemu rektor Unpad, Upi, ITB dan Unsil. Mereka tetap menghitung UN sebagai salah satu unit persyaratan pendaftaran ke perguruan tinggi selin rapor kelas satu dan kelas dua," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Utut, proses seleksi masuk perguruan tinggi negeri akan dilakukan seperti biasa. "Nanti tetap ada seleksi khusuS untuk mahasiswa baru," singkatnya.

Lebih lanjut Utut mengatakan Komisi X akan memanggil Mendikbud M Nuh Jumat pekan ini. "Kita sedang mengumpulkan data temuan di lapangan terkait pelaksanaan UN. Memang banyak kendala, muai dari soal, kertas, sampai keterlambatan soal," ujarnya.

Menurut Utut, semua data yang terkait pelaksaanaan UN tersebut nantinya akan dijadikan bahan evaluasi dan diperbaiki dalam racangan APBN pendidikan tahun depan.

"Kita sedang kumpulin ini semua, sehingga pada APBN tahun depan konsepnya bagaimana, apa masih perlu UN kita teruskan, atau cari formula lain yang lebih memudahkan peserta, tapi tidak mengurangi kualitas," jelasnya.

Utut mengemukakan alasan Komisi X baru memanggil Mendikbud Jumat mendatang karena tidak ingin memperkeruh suasana. Dewan tetap ingin menjaga suasana damai agar para peserta UN tetap tenang.

"Kenapa tidak memanggil minggu alalu, kan anak-anak sedang ujian. Biar menjaga suasana damai dulu, kasihan anak didik. Langkah kita menyelamatkan peserta UN dengan segala cara. Di luar saling ribut, hantam-mengantam, komitmen kami itu dulu. Yang lainnya kita bahas di sidang nanti," jelasnya.

(avi/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini