Menurut Kepala Museum KAA Thomas Ardian Siregar, perayaan tahun ini memang lebih banyak melibatkan lapisan masyarakat. "Berbeda dengan tahun lalu, tahun ini kita melibatkan TNI. Ada penampilan pasukan berkuda Kavaleri dan senam bela diri," ujar Thomas.
Pembukaan kegiatan dibuka dengan pengibaran bendera ke-106 negara peserta KAA pada Kamis (18/3/2013) pagi. Masih di hari yang sama, sebuah momen penting bagi museum KAA, Museum Umenosato Noh-Mask Jepang akan menyerahkan koleksi Topeng Jepang kepada Museum KAA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sabtu (20/4) mulai pukul 06.00 WIB, digelar Lomba Napak Tilas: "Bandung Historical Study Games" dimulai dari Gedung Dwi Warna. Peserta akan menelusuri beberapa kawasan bersejarah di sekitar Jalan Diponegoro, Jalan Riau, Jalan Aceh, Jalan Lembong, Jalan Braga dan berakhir di Gedung Merdeka.
Minggu (21/4), serangkaian kegiatan akan digelar di Jalan Braga pendek dan Jalan Cikapundung Timur yakni Braga Walking Day, senam 1000 anak Asia Afrika, Apple Day, dan lainnya.
Selasa (23/4) pukul 09.00 WIB di Ruang Utama Gedung Merdeka, akan digelar even bertajuk "Buku dan Peristiwa". Selain memamerkan aneka bukua langka, kegiatan ini juha akan menghadirkan peluncuran dan diskusi buku "Pasang Naik Kulit Berwarna" bersama JJ Rizal dan Desmond S Andrian serta moderator Cecep Burdansyah.
Rabu (24/4) pukul 14.00 WIB di Ruang Utama Gedung Merdeka, akan digelar talkshow bertajuk "Rekontekstualisasi Semangat Bandung pada Milenium Kedua" bersama Yudie Latif dan Ras Muhammad dengan moderator Sammy Kanadi akan menjadi puncak rangkaian acara. Sedangkan sebagai pamungkas, prosesi penurunan 106 Bendera negara Asia Afrika dan Bendera PBB menutup seluruh peringatan 50 tahun KAA selama sepekan.
"Hanya hari senin saja tanggal 22 kita libur dulu satu hari," jealas Thomas.
(avi/ern)










































