"Saya menginginkan kaos Sentra Sablon Suci ini bisa menjadi terkenal dan menjadi inspirasi bagi daerah lain. Pokoknya jangan kalah dengan Dagadu Yogyakarta dan Joger Bali," kata Erwan saat bersilaturahmi dengan pengusaha Sentra Sablon Kaos Suci Jalan Surapati Kota Bandung, Jumat (12/4/2013).
Menurut Erwan, selama ini Sentra Sablon Kaos Suci kurang mendapat perhatian pemerintah. Padahal kata Erwan, para pengusaha tersebut memerlukan bahan yang murah dan tidak melibatkan para spekulan yang malah merugikan para pengusaha.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Erwan mengatakan, kekurangan pengusaha Sablon Kaos Suci yakni belum adanya pusat souvenir yang bisa memasarkan semua produk pengusaha kaos lokal. Selain itu, cara pengerjaan kaos juga masih tradisional dan tidak refresentatif untuk dijadikan tempat usaha.
"Dibutuhkan pusat souvenir untuk memajangkan dan memasarkan hasil para pengusaha sablon kaos ini. Sehingga bisa menarik para wisatawan yang lebih banyak lagi," ujar Erwan.
Keberadaan pusat souvenir tersebut, lanjut Erwan, bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas produk para pengusaha sablon kaos. Sehingga pada akhirnya, bisa meningkatkan pemberdayaan masyarakat.
"Harus ada pusat souvenir yang bagus dan strategis sehingga bisa meningkatkan pemberdayaan dan penghasilan para pengusaha sablon kaos," ungkapnya.
(avi/ern)










































