Prosesi penyerahan hasil tes kesehatan tersebut dilakukan dari pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ke pihak RS Hasan Sadikin (RSHS), kemudian dari RSHS ke KPU, dari KPU langsung diberikan ke masing-masing pasangan bakal calon.
Pihak KPU memanggil pasangan bakal calon untuk maju ke depan, menerima surat hasil tes kesehatan dan menandatangani berita acara penyerahan hasil tes kesehatan. Pemanggilan pasangan berdasarkan nomor urut pendaftaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua hadir, tapi ada yang terlambat, yakni Ibu Nani dan Pak Wawan Dewanta," ujar Ketua Pokja Pencalaonan KPU Kota Bandung, Evie Ariadne Shinta Dewi kepada wartawan.
Hampir semua bakal calon optimistis lolos hasil tes kesehatan. Salah satunya diungkapkan oleh Edi Siswadi calon wali kota dari Partai Demokrat.
"Alhamdulilah, awalnya harap-harap cemas, setelah saya buka, keseluruhan tak ada problem, indikator kesehatan normal semua. Tak ada satu pun potensi penyakit yang menghawatirkan, sehat jasmani dan rohani," ungkap Edi.
Ditempat yang sama, calon wali kota dari PDIP Ayi Vivanada juga optimistis bisa lolos tes kesehatan, begitupun dengan pasangannya Ayi Vivananda.
" Alhamdulillah tenang, saya dan Ceu Nani Insya Allah sehat, sesuai dengan harapan. Selama ini tidak ada gangguan," ujar Ayi.
Nani pun mengungkapkan alasannya terlambat karena menghadiri kegiatan terlebih dahulu.
"Saya tadi sudah bilang ke KPU agak telat, ada Rapat Anggota Tahunan PKK Koperasi Asri dan macet," jelas Nani.
(avi/ern)










































