"Faktor X (hujan - red) ini jadi kendala," kata Ketua Galur Braga Diro Aritonang. Galur Braga merupakan panitia penyelenggaran CFN.
Panitia pun kesulitan untuk menata Jalan Braga. Berbagai booth yang jadinya ada di lokasi juga sulit didirikan. Total ada 21 yang ada di lokasi, mulai dari kuliner hingga souvenir.
Masalah perizinan juga jadi kendala bagi panitia untuk mempersiapkan diri. Izin dari kepolisian baru keluar sore. "Padahal kami dua kali melakukan pertemuan dengan Dishub dan Walikota, audiensi dengan Kapolrestabes Bandung juga sudah," jelasnya.
Jalan Braga sendiri baru ditutup sekitar pukul 17.30 WIB. Setelah jalan ditutup, panitia langsung melakukan persiapan. Tapi hujan menyulitkan mereka mendirikan panggung, booth, dan berbagai sarana lainnya di lokasi.
Diro mengatakan, prosesi pembukaan tadinya akan dibuka Walikota Bandung Dada Rosada. Tapi karena Dada berhalangan hadir, pembukaan akan dilakukan Kadisbudpar Herry M Zauhari.
"Tadinya juga akan ada prosesi khusus saat pembukaan, kita bahkan sudah siapkan kursi sebanyak mungkin. Tapi dengan kondisi seperti ini, tidak mungkin dilakukan," paparnya.
Dengan kondisi seperti itu, panitia tetap akan melakukan pembukaan setelah cuaca membaik. "Ya, ini akan tetap dibuka. Kita ingin event ini merangsang untuk event-event berikutnya," tegas Diro.
Panitia pun masih terlihat sibuk menata panggung yang akan dijadikan area pembukaan. Sementara booth di lokasi belum ada yang dipasang.Mereka yang akan berjualan di booth pun memilih berteduh di pinggiran Jalan Braga.
Pantauan detikbandung di lokasi, Jalan Braga sudah ditutup mulai dari pertigaan Jalan Naripan hingga Suniaraja. Pengujung di lokasi pun sangat sedikit. Arus lalulintas di sekitar Jalan Braga juga terpantau lancar. Hujan masih mengguyur lokasi.
(orb/avi)











































