Endriartono Bicara Soal LP Cebongan dalam Diskusi di Bandung

Endriartono Bicara Soal LP Cebongan dalam Diskusi di Bandung

Oris Riswan Budiana - detikNews
Sabtu, 06 Apr 2013 13:36 WIB
Endriartono Bicara Soal LP Cebongan dalam Diskusi di Bandung
Bandung - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto jadi pembicara dalam diskusi kebangsaan di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Kota Bandung, Sabtu (6/4/2013). Salah satu tema yang diangkatnya yaitu soal penyerangan LP Cebongan, Sleman, Yogyakarta.

"Kita boleh beda pendapat itu tindakan benar karena itu menghabisi preman. Tapi ada yang mengatakan kalau itu boleh dilakukan, semua orang punya hak yang sama untuk melakukan," kata Endriartono.

Jika tindakan main hakim sendiri dilakukan semua orang, ia miris. "Apa jadinya negara ini," cetusnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Endriartono mengatakan perjuangan menegakkan hukum adalah hak setiap orang. Tapi ada proses hukum yang harus ditempuh, bukan main hakim sendiri.

"Perjuangan menegakkan hukum adalah hak, tapi tidak harus dengan satu pelanggaran hukum, karena hukum harus ditegakkan," jelas Endriartono.

Selain bicara soal penyerangan LP Cebongan, Endriato juga bicara soal korupsi, kemiskinan, hingga serta permasalahan bangsa lainnya.

Salah satu yang ditekankannya dalam diskusi itu adalah jangan berbangga diri jika bangsa Indonesia punya banyak orang kaya, sementara orang miskin jauh lebih banyak.

"Apa kita perlu bangga sekarang di Indonesia ada 100, 500, 1000 orang masuk dalam ranking orang kaya di dunia, tapi masih melihat banyak pedagang asongan, nelayan, petani buruh, dan lain-lain hidup dengan (penghasilan) di bawah Rp 10 ribu per hari. Rasanya kita tidak patut berbangga," paparnya.

Ia berharap, ketimpangan sosial orang Indonesia diharapkan tidak terus terjadi. Ia pun mengajak semua pihak untuk sama-sama memperbaiki kondisi bangsa.

Sementara dalam diskusi itu, hadir tokoh Sunda Tjetje Padmadinata. Diskusi bertema 'Kepemimpinan Nasional dan Masa Depan Bangsa Indonesia' itu dihadiri sekitar 100 orang dari berbagai kalangan.

(orb/avi)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini