Ia mengatakan, proses seleksi CPNS di lingkungan Kemenkum HAM telah ditempuh dengan cara yang transparan.
"Panitia seleksi telah menjaga integritasnya. Seleksi berdasarkan nilai, bukan berdasarkan titipan, anak siapa. Dengan proses seleksi yang bersih ini diharapkan CPNS yang terpilih ini bisa tumbuh menjadi pohon integritas," ujar Denny saat memberika pembekalan di Aulan Kantor Kemenkum HAM Jabar, Jalan Jakarta, Senin (1/4/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alat untuk pelacak sinyal atau deteksi narkoba itu memang mahal. Tapi untuk bebas pungli itu murah, malah gratis. Karena itu ada di dalam diri masing-masing orang," katanya.
Denny mencontohkan bentuk pungli yang terjadi di dalam lapas, yaitu saat terpidana kasus penyuapan jaksa kasus BLBI Artalyta Suryani. "Saat itu Artalyta bisa menaikkan alis dengan alat yang dibawanya masuk. Alat sebesar itu masuk masa iya petugasnya enggak tahu. Lalu kenapa bisa masuk. Ya itu karena ada pungli," tutur Denny.
Sebanyak 125 CPNS yang lolos seleksi, 8 ditempatkan di bagian penyusun peraturan perundang-undangan, 10 sebagai pemeriksa dokumen imigrasi dan 107 sipir yang disebar di sejumlah UPT rutan dan lapas di Jabar.
(tya/ern)










































