Riak Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Bandung mulai menggeliat. Silang dukungan pun terjadi. Tiba-tiba saja, kader Partai Demokrat E Hudaya Prawira menyatakan dukungannya kepada Ridwan Kamil dalam pencalonan Walikota Bandung 2013-2018. Padahal pasangan Ridwan Kamil-Oded M Dhanial diusung Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
"Dukungan ini saya berikan karena calon harus yang bersedia melayani bukan penguasa. Dan kita butuh walikota yang bisa merealisasi keinginan warga," ujar Hudaya dalam acara Syukuran Khitanan Lembaga Umar Bin Khattab di Ujungberung, Minggu (31/3/2013).
Alasan lainnya, lanjut Hudaya, pihaknya memilih Ridwan Kamil karena sudah komitmen tidak korupsi. Menurutmya, Ridwan telah menandatangani perjanjian tidak akan korupsi di atas segel dan disaksikan Hudaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya siap menerima sanksi. Partai juga akan maklum," ujarnya.
Hudaya merupakan kader Demokrat sejak tahun 2010 lalu. Meski ia pernah kecewa karena tidak dicalonkan, ia mengaku sudah tidak mempedulikan hal itu. "Kita boleh kecewa tapi sebentar saja," katanya.
Menurutnya, selain dirinya, masih ada kader Demokrat lain yang mendukung Ridwan Kamil. Namun, ia membantah dorongan itu berasal dari barisan pengurus anak cabang (PAC) yang pernah menolak pencalonan Erwan.
"Saya sudah lama tidak komunikasi dengan partai, ini dukungan pribadi. Sanksi tanggung masing-masing," ujarnya.
(avi/avi)










































