Maafkan Edi Siswadi, Golkar Ajak Bersaing Sehat

Pilwalkot Bandung

Maafkan Edi Siswadi, Golkar Ajak Bersaing Sehat

Oris Riswan Budiana - detikNews
Minggu, 17 Mar 2013 15:14 WIB
Maafkan Edi Siswadi, Golkar Ajak Bersaing Sehat
Edi Siswadi
Bandung - Partai Golkar menyatakan sudah memaafkan Edi Siswadi yang sebelumnya disebut berkhianat. Edi maju bersama Erwan Setiawan dari Partai Demokrat. Padahal sebelumnya Golkar akan mengusung Edi dan Asep Deddy yang merupakan ketua DPRD Kota Bandung.

"Dia meninggalkan kita tanpa basa-basi. Pemimpin jangan sampai begitulah. Dia menyatakan menyesal, kita maafkan. Tapi mari kita sama-sama bersaing sehat," kata Asep di Kantor KPU Kota Bandung, Minggu (17/3/2013).

Ia berharap tidak ada lagi hal yang mengganjal antara Golkar, khususnya Asep dan Edi. Sebab kedua pihak pasti sama-sama akan sering bertemu. "Besok-besok kan kita pasti ketemu lagi," ucapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Edi sendiri merupakan sekda Kota Bandung non aktif. Sedangkan Asep menjabat sebagai wakil ketua DPRD Kota Bandung.

Golkar akhirnya maju pada pilwalkot dengan mengusung M Qudrat Iswara dan Asep Dedy. Kedua kader Golkar itu juga diusung 15 parpol non parlemen. Padahal sebelumnya parpol-parpol gurem itu mendukung Ridwan Kamil bersama 8 parpol lainnya.

Parpol non parlemen punya alasan sendiri kenapa pindah dukungan ke Golkar. Ketua Partai Indonesia Sejahtera (PIS) Kota Bandung Ruslan Abdul Gani mengaku parpol non parlemen merasa ditinggalkan.

Setelah menyatakan dukungan, Ridwan Kamil akhirnya malah diusung parpol besar dan mapan. "Kami merasa ditinggalkan. Kami bukan lagi parpol pengusung, tapi malah jadi pendukung," ujar Ruslan.

Bersama Golkar, PIS dan parpol lainnya yakin bisa memenangkan pilwalkot. Kerjasama antara Golkar dan parpol koalisi pun tidak hanya berlangsung sesaat. "Kita mengambil sikap dalam politik yaitu komitmen yang kita pegang. Kita jadi mitra bukan untuk jangka pendek, tapi jangka panjang," bebernya.

Cawalkot M Qudrat Iswara menambahkan, hubungan ia dan Ridwan Kamil hingga kini masih baik usai parpol non parlemen mencabut dukungan dan merapat ke Golkar. "Hubungan saya baik dengan beliau dan tim kampanyenya juga," ungkapnya.

Disinggung soal lawan berat dalam pilwalkot, Iswara tidak menyebut kandidat tertentu. "Semuanya berat, semua punya punya kans menang. Tapi ukurannya bagaimana partai dan pasangan bisa merebut hati rakyat," paparnya.

Parpol non parlemen, sambung Iswara, setiap hari menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan rakyat secara langsung. Sistem seperti itu diyakini efektif untuk upaya pemenangan Iswara-Asep Dedy.

"Tidak kampanye pun mereka sudah silaturahmi. Dengan pola seperti itu kita akan menang," pungkas Iswara.

Ke-15 parpol pendukung pasangan dari Golkar ini antara lain Partai Indonesia Sejahtera, Partai Patriot, Partai Penegak Demokrasi, Partai Pemuda Indonesia, Partai Karya Peduli Bangsa, Partai Kebangkitan Nasional Ulama, Partai Barisan Nasional, Partai Kedaulatan, Partai Damai Sejahtera, Partai Bintang Reformasi, Partai Persatuan Daerah, Partai Merdeka

(orb/ern)


Berita Terkait