Khianati Golkar, Edi Siswadi Berharap tak Ada Dendam Abadi

Khianati Golkar, Edi Siswadi Berharap tak Ada Dendam Abadi

Tya Eka Yulianti - detikNews
Sabtu, 16 Mar 2013 15:25 WIB
Bandung - Digadang akan maju dari Partai Golkar bersama Asep Dedy Ruyadi, Sekda Kota Bandung nonaktif Edi Siswadi kini resmi maju bersama Erwan Setiawan dari Partai Demokrat dalam Pilwalkot Bandung. Edi mengatakan, bahwa keputusannya untuk 'mengkhianati' Golkar adalah keputusan pahit yang harus diambil akibat respon partai yang lemah.

Ia pun berharap, tak ada dendam abadi atas langkah yang ia ambil itu. Hal itu diungkapkan Edi saat ditemui usai mendaftarkan diri bersama Erwan Setiawan, Ketua DPRD Kota Bandung sebagai bakal calon walikota dan wakil walikota Bandung periode 2013-2018 di Kantor KPU Kota Bandung, Jalan Soekarno Hatta Sabtu (16/3/2013).

"Sebagai manusia saya meminta maaf, karena ini keputusan pahit dari sebuah respon," ujar Edi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Edi mengatakan ketika Golkar menghadapi kekuatan besar dalam ajang Pilwalkot ini maka dibutuhkan perubahan besar. Namun usulan Edi pada Golkar tersebut tak mendapatkan respon hingga akhirnya ia terpaksa mengambil langkah radikal.

"Saya mengambil langkah cepat," katanya.

Dianggap telah mengkhianati Golkar, Edi pun berharap agar tidak ada dendam. Hubungan pribadi dengan kader Golkar pun dikatakan Edi akan terus dibangun.

"Hubungan harus tetap dibangun, apa yang saya lakukan ini strategi politik, kalkulasi, perhitungan politik, jangan sampai meletakkan hubungan silaturahmi. Bisa saja politik beda haluan, berseberangan. Ada hal yang pait dalam keputusan ya terima dengan lapang dada. Jangan ada dendam abadi," tutur Edi.

Membelotnya Edi Siswadi dari pencalonan Pilwalkot Partai Golkar berbuntut panjang. Pengurus Distrik Angkatan Muda Siliwagi (AMS) memecat Edi Siswadi dari jabatannya sebagai Dewan Penasehat Distrik AMS Kota Bandung.

Atas pemecatan tersebut, Edi justru menyambut positif karena hal itu sedikitnya mengurangi beban dan membuat dirinya lebih fokus dalam Pilwalkot.

"Beban tanggung jawab berkurang sehingga saya bisa fokus pada melayani masyarakat secara luas, tidak kelompok tertentu. Saya berterimakasih diberikan kepercayaan, terimakasih telah diberhentikan apapun prosesnya. Karena saya pastikan bahwa langkah-langkah kebaikan ketika dijawab dengan baik itu tidak menjadi persoalan," katanya.

(tya/tya)


Berita Terkait