Golkar Bandung Merasa Dikhianati Edi Siswadi

Golkar Bandung Merasa Dikhianati Edi Siswadi

Avitia Nurmatari - detikNews
Kamis, 14 Mar 2013 17:00 WIB
Golkar Bandung Merasa Dikhianati Edi Siswadi
Jhoni kiri, Asep Dedi kanan
Bandung -

Masa pendaftaran calon wali kota dan wakil wali kota Bandung periode 2013-2018 sudah memasuki injury time. Hawa politik semakin memanas dengan adanya perubahan pasangan yang diusung beberapa partai. Seperti partai Golkar yang merasa dikhianati, setelah salah satu calonnya Edi Siswadi memilih untuk loncat ke perahu lain yakni partai Demokrat.

Keputusan Partai Golkar mengusung Edi Siswadi sebagai bakal calon wali kota Bandung periode 2013-2018 tertulis pada Surat Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Nomor: B-134/Golkar/III/2013 Tangga 4 Maret 2013.

Surat tersebut menyatakan bahwa hasil rapat tim pilkada pusat menetapkan Edi Siswadi sebagai bakal calon Kepala Daerah Kota Bandung. Edi siswadi pun secara resmi menandatangani surat tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun tiga hari sebelum pendaftaran ke KPU berakhir, Edi Siswadi malah membelot dan memilih berpasangan dengan Ketua DPC Partai Demokrat Erwan Setiawan.

"Golkar merasa dikhianati dan didzolimi oleh seorang Edi Siswadi. Kita sudah melakukan kesepakatan di atas hitam di atas putih. Sudah dibuatkan koalisi dengan PPP, tapi ternyata Edi Siswadi dan PPP menghianati kami," ujar Ketua pemenangan Pilwalkot Partai Jhoni Hidayat kepada wartawan dalam jumpa pers yang digelar di kediaman Pengurus DPD Kota Bandung, di Pemukiman Singgasana Pradana, Cibaduyut, Bandung, Kamis (14/3/2013).

Menurut Jhoni, Golkar merasa didzolimi, karena selama dua tahun ke belakang, Edi Siswadi sudah melakukan pendekatan dengan Golkar. Namun Jhoni menyayangkan sikap Edi yang tanpa basa basi memilih untuk dinakhodai partai lain.

"Dia baru menyerahkan surat pengunduran diri kemarin, Rabu (13/03/2013). Sebelumnya, pada hari Selasa (12/03/2013) sepertinya dia sudah deal dengan Demokrat dengan PPP. Karena susah dihubungi karena alasan sakit. Tidak ada koordinasi secara resmi tentang pengunduran diri ini," ungkapnya.

Meski demikian pihaknya mengaku tidak menyesali kepindahan Edi Siswadi. Namun mempertanyakan etika politik Sekda Kota Bandung non aktif tersebut.

"Saya sudah 40 tahun berorganisasi, baru menemukan fenomena ini dari orang yang mengaku kader Golkar, di akhir pendaftaran. Apakah Edi Siswadi ini punya etika organisasi, etika politik, dan etika partai Golkar?" tegasnya.

(avi/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini