Menurut Ridwan Kamil, botol-botol ini dipajang bukan tanpa fungsi. Botol-botol bekas tersebut sengaja ia pasang di tempat yang dilalui sinar matahari. Tujuannya adalah untuk menangkap dan membiarkan sinar matahari tembus ke dalam rumahnya.
"Rumah botol ini justru nyaman. Karena dari hasil penelitian, panasnya terperangkap di dalam botol. Jadi cahayanya masuk tapi panasnya tidak," ujar pria yang memiliki latar belakang pendidikan Master of Urban Design, College of Environmental Design, University of California, Berkeley AS ini kepada detik.com.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pesan yang ingin saya sampaikan bahwa sampah ternyata bisa jadi rumah. Saya coba dengan mendaur ulang botol ini yang asalnya sampah, bisa menjadi 'barang baru' yang bermanfaat," tutupnya.
Proses pembuatan rumah yang berada di bilangan Jalan Cigadung Selatan 7/28 ini cukup panjang. Dari pengumpulan botol bekasnya saja, menghabiskan waktu selama 6 bulan. Sementara pembangunan rumahnya memakan waktu dua tahun, dengan menghabiskan 30.000 botol bekas minuman berenergi.
(avi/ern)











































