"Informasi itu salah. Gunung Tangkuban Parahu statusnya masih Waspada. Belum naik menjadi Level I (Siaga). Masyarakat jangan memercayai informasi seperti ini. Hanya ada dua badan resmi yang harus dipercaya dalam situasi ini. Yaitu BPBD dan PVMBG. Informasi seperti itu hanya ingin memancing di air keruh saja," tutur Kepala BPBD Jabar Sigit Ujwalprana kepada detikcom melalui telepon, Kamis (7/3/2013).
Ia mengimbau masyarakat tidak termakan isu-isu tak benar melalui pesan-pesan berantai seperti SMS atau fasilitas BBM. Sigit meminta masyarakat yang menerima pesan seperti itu tidak menyebarkannya lagi.
Siang tadi beredar pesan berantai via BBM berisi, 'Khusus warga bandung dan sekitarnya.gunung tangkuban perahu,statusnya meningkat menjadi siaga 1 dan sudah mengeluarkan lava pijar.dengan ketinggian 3 meter,objek wisata sudah resmi di tutup .bila terjadi gempa ,harap keluar rumah info.BPBD jabar(Badan Penanggulangan Bencana Daerah)".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah membuat surat edaran pada pihak kecamatan, kelurahan, RT dan RW supaya tidak ada kepanikan di masyarakat. Saya kita masyarakat juga cukup pintar menghadapi iu seperti ini," katanya.
Sigit menjelaskan, status Waspada untuk Gunung Tangkuban Parahu steril dari aktivitas dalam radius 1,5 kilometer dari Kawah Ratu. Sehingga di luar kawasan tersebut masyarakat tak perlu takut melakukan aktivitas seperti biasa.
"Warga di Lembang dan Ciater itu aman. Apalagi Bandung, jauh sekali," katanya.
Sementara itu, kondisi Tangkuban Parahu disebut Sigit hari ini relatif tenang. "Aktivitasnya relatif tenang. Masih dalam ambang batas. Tidak ada lagi letupan-letupan," tutur Sigit.
(tya/bbp)










































