DPRD Jabar berencana membentuk pansus untuk menyelesaikan masalah pembobolan Bank Jabar Banten (BJB). Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menegaskan tidak perlu ada pansus.
"Tidak perlu (dibentuk pansus) karena tidak ada masalah apa-apa," kata Aher di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (7/3/2013).
Ia menilai penyelamatan dengan membentuk pansus akan membuat kinerja Bank BJB terganggu. "Selamatkan BJB dengan tidak membentuk pansus. Kalau begitu, nanti goncang," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi ia ogah bicara panjang lebar soal rencana pembentukan pansus oleh DPRD Jabar. "Selanjutnya soal BJB, tanya BJB," tandas Aher.
Sebelumnya, massa Aliansi Rakyat Anti Korupsi (Arak) Jabar menggelar demo di halaman Gedung Sate, Selasa (5/3/2013). Mereka mendesak DPRD membuat pansus untuk menyelesaikan masalah BJB karena ada dugaan penyaluran kredit fiktif dan berbagai masalah lain.
Wakil Ketua DPRD Ruddy Harsa Tanaya menyatakan bakal membentuk pansus secepatnya. Pansus nantinya akan bekerja untuk menganalisa dan mengambil kesimpulan soal kasus di tubuh Bank BJB itu.
"Nanti hasilnya berupa rekomendasi ke Pemprov Jabar. Tindakan nyata nanti dari Pemprov," ujar Ruddy..
(orb/trw)











































