Kehilangan Ayah Tercinta, Didin Terus Berderai Air Mata

Kecelakaan Maut di Sumedang

Kehilangan Ayah Tercinta, Didin Terus Berderai Air Mata

- detikNews
Rabu, 06 Mar 2013 15:20 WIB
Bandung - Tangis pecah seketika, saat keluarga besar korban sekeluarga yang berasal dari Ciamis tiba di RSUD Sumedang. Mereka sambil berangkulan, berusaha menenangkan satu sama lain. Salah satunya Didin Rohidin (31). Ia berulang kali mengusap air mata. Ayah tercintanya Darwa (56), salah satu korban meninggal dalam kecelakaan maut di Jalan Nyalindung, Sumedang.

"Ayah (Darwa) saya jadi korban. Begitu juga uwak dan keluarga lainnya," jelas Didin saat ditemui di RSUD Sumedang, Rabu (6/3/2013). Didin tiba lebih awal ke RS dibandingkan keluarga lainnya.

Suara Didin bergetar. Ia menghela nafas panjang. Pria ini pun melanjutkan kembali kisah rombongan keluarga hendak menuju Kota Bandung. Pukul 02.30 WIB, Rabu (6/3/2013), sembilan keluaraga, dan satu sopir, berangkat dari Ciamis menuju Kota Bandung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Awalnya saya mau ikut. Tapi karena di rumah tidak ada siapa-siapa, akhirnya tidak jadi," ucap Didin berderai air mata sembari terisak sedu.

Menurut Didin, sembilan keluarganya yang masih satu kampung itu menyewa mini bus milik Ono Hariono (57). Lantaran saling kenal, Ono pun mengemudikan mobi Suzuki Futura bernopol D 1850 XW. "Total di mobil itu ada sepuluh orang. Mereka semua satu dusun di Ciamis," terangnya.

Didin menambahkan, maksud rombongan keluargan pergi ke Bandung untuk mengantar uwaknya, Endoh (63). Ia menyebutkan, Endoh hendak berobat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS). "Uwak sakit kanker anus. Ke RSHS itu mau memeriksakan penyakinya," ucapnya.

Tiga anak Endoh yakni Engkus Kusmana, Ilah, dan Oyo, nyawanya turut melayang dalam insiden kecelakaan maut tersebut.

Raut wajah Didin tak mampu membendung kesedihan. Kerabatnya berusaha menenangkan. Tangis pecah ketika sejumlah keluarga korban dari Ciamis yang berdatangan ke kamar mayat RSUD Sumedang. Delapan korban tewas itu terbujur kaku dengan luka-luka sangat mengenaskan. Darah segar berceceran di lantai keramik putih.

Usai diurus petugas RSUD Sumedang, seluruh jasad dimasukan ke dalam kantong jenazah berwarna kuning. "Tujuh keluarga saya meninggal. Dua lagi luka-luka, dan masih dirawat di RSUD Sumedang," tutup Didin.

Tabrakan terjadi antara truk colt diesel Nomor polisi E 8113 WC dengan mobil Suzuki Futura Nomor Polisi D 1850 XW di Jalan Raya Bandung - Cirebon tepatnya Jalan Nyalindung Dusun Warung Buah Desa Nyalindung Kecamatan Paseh pukul 04.30 WIB, menyebabkan delapan orang tewas yang merupakan satu keluarga.

Berikut identitas korban tewas:
1. Owo (57), jenis kelamin pria.
2. Ono Hariono (57), pria. Sopir
3. Engkus Kusmana, pria
5. Oyo, pria.
5. Darwa (56), pria. anaknya Diding.
6. Ilah (35), wanita.
7. Eti Sukaeti (35), wanita, istri Oyo.
8. Endoh (63), wanita.

Korban luka:
1. Rita (22), wanita. Luka bagian kepala, dan patah kaki paha kanan.
2. Anah (48), wanita. Cedera bagian kepala.
3. Darsikan (50), pria asal Cirebon. Sopir truk. Luka lecet-lecet.
4. Andri (22), pria asal Cirebon. Kernet truk. Luka lecet-lecet.

(/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini