Hal itu disampaikan, Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan (Kabagumpal) Kota Bandung, Jaja Nurjaman, kepada wartawan.
"Voucher ini digunakan untuk menghindari penyimpangan. Karena dulu saat pakai voucher kertas banyak penyimpangan dan defisiasi. Seperti diuangkan, bahkan diperjual belikan," ujar Jaja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di dalam voucher tersebut sudah tertera plat nomor. Dan di kendaraan djuga ditempel sticker yang sama dengan nomor yang tertera dalam voucher. Jadi tidak bisa dipindah tangankan," terangnya.
Lebih lanjut, kata Jaja, jumlah BBM yang diterima setiap pejabat di lingkungan Setda tidak sama. Tergantung dari tingkatan eselon dan Jabatan.
"Untuk Wali Kota misalnya, jumlahnya 350 liter satu bulan. Tapi jumlah itu hanya untuk satu kendaraan saja," jelasnya.
Tahun 2013 ini Setda Kota Bandung mengalokasikan penyediaan BBM di lingkungan Setwan sebesar Rp 1,4 miliar. Jumlah tersebut untuk menyediakan pertamax dan solar untuk 45 unit mobil dinas dan 100 unit motor dinas.
"Jumlah tersebut untuk penyediaan BBM di lingkungan setda tidak termasuk camat dan kepala dinas," tutupnya.
(avi/ern)










































