Pengurus dan anggota DPD Taruna Merah Putih (TMP) Jabar siap mendemo KPU Jabar jika KPU tidak netral dalam menjalankan tugas sebagai pelaksana Pilgub Jabar.
"Jika KPU tidak netral, terutama dalam rekapitulasi suara pada 3 Maret, kita akan jadi yang pertama berdemo," tegas Ketua DPD TMP Jabar Dadang Iskandar Danubrata usai audiensi di Kantor KPU Jabar, Jalan Garut, Jumat (1/3/2013).
Dalam audiensi dengan Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat, Dadang menyatakan keinginannya agar proses pilgub berjalan bersih. KPU jangan sampai ditunggangi kepentingan atau intervensi kandidat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika pada 3 Maret hasil rekapitulasi suara ditemukan ketidaknetralan di KPU, TMP siap menggeruduk KPU. "Hari ini kita sampaikan baik-baik (melalui audiensi). Tapi kalau nanti terbukti tidak netral, kita akan datang dengan jumlah massa yang jauh lebih banyak," ujar Dadang. Disinggung berapa jumlah anggota TMP Jabar, ia menyebut ada di kisaran 1.000 orang.
Audiensi di ruang media center itu dihadiri sekitar 30 orang anggota TMP Jabar. Dari KPU, hanya Yayat yang terlihat hadir. Yayat pun menanggapi keinginan massa.
Menurutnya KPU akan netral dalam proses pilgub. Itu demi mewujudkan demokrasi yang bersih di Jabar. "Kami tidak boleh main mata dengan siapapun, kepala kami tidak boleh diinjak pasangan calon. Juga tidak boleh ada pasangan yang dirugikan atau dianakemaskan," jelas Yayat.
Dalam audiensi, Dadang mempertanyakan berbagai kekurangan yang dilakukan KPU yang mengakibatkan 120 ribu buruh tidak bisa menggunakan hak pilihnya di Bekasi, serta tidak adanya TPS keliling di rumah sakit saat pencoblosan. Yayat menjawab semuanya sudah sesuai aturan dan KPU menerapkan berbagai aturan dengan benar. Setelah audiensi, massa langsung membubarkan diri.
(orb/ern)










































