"Silahkan kalau kandidat lain ingin mengklaim kemenangan berdasarkan real count-nya," kata Ketua Tim Pemenangan Aher-Demiz, Imam Budi, di Media Center Aher-Demiz, Jalan Ir Djuanda, Kota Bandung, Selasa (26/2/2013).
Jika kandidat lain mengklaim kemenangan berdasarkan hasil real count-nya, ia meminta menampilkan datanya. Imam mengaku menggunakan data dari formulir C1 atau hasil rekapitulasi suara di TPS untuk real count.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Ketua DPW PPP Jabar Komarudin Taher mengatakan, pihaknya hari ini hanya mengumumkan hasil real count. Hasilnya, Aher-Demiz ada di posisi teratas dengan raihan 32,2 persen dari 74,9 persen TPS yang sudah terdata. Ia menolak disebut real count yang diumumkan merupakan bantahan atas real count yang digelar kandidat lain.
"Ini bukan bantahan terhadap (hasil real count) timses lain. Kami hanya sampaikan ini real count yang sudah masuk ke kami," tegas Komarudin.
Sebelumnya Tim Koalisi Babarengan mengklaim berdasarkan real count yang dibuat mereka, pasangan Dede Yusuf-Lex Laksamana memenangkan Pilgub Jabar. Dede-Lex memperoleh 34 persen suara sementara pasangan Aher-Deddy Mizwar 30 persen.
Sementara PDIP mengklaim tidak ada satupun pasangan yang meraih 30 persen suara. Karenanya Pilgub Jabar diyakini akan terjadi dua putaran. Pasangan nomor 4 meraih 29,55 persen, pasangan nomor 5 28,77 persen.
(orb/ern)










































