"Soal black campaign, ya itu biasa lah. Saya pribadi tidak terlalu masalah. Tapi ke depan harus ada pendewaasaan demoraktis lah," ujarnya saat menghadiri Coaching Clinic SSB oleh Asosiasi Sekola Sepak Bola Indonesia (ASSBI) Komda (Komite Daerah) Jawa Barat di Lapangan UPI, Jalan Setiabudhi, Sabtu (23/2/2013).
Heryawan mengaku heran banyak selebaran muncul yang menyerang dirinya. "Masak tiba-tiba ada selebaran teu puguh, yang menganggap saya begini begitu lah. Tapi saya rasa masyarakat sudah cerdas, saya malah yakin mereka tidak terpengaruh," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sehari jelang pencoblosan besok, Heryawan pun mengaku santai. "Tidak perlu tegang-tegang, nanti malah salah. Santai saja. Usaha sudah, iklan sudah, kampanye sudah, menyapa langsung masyarakat sudah. Sekarang prosesnya tinggal di masyarakat," katanya.
Ia mengaku hari ini akan mengunjungi neneknya di Sukabumi. "Agenda santai saya hari ini adalah ke Forum Kerukunan Beragama. Nanti juga mengunjungi nenek di Sukabumi, minta doa yang tulus. Nenek saya umurnya 106 tahun loh," ujar Heryawan.
(ern/ern)











































