Bandung - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar siaga nonstop mengikuti perkembangan Gunung Tangkuban Parahu yang berstatus waspada atau level 2. Masyarakat diminta untuk tidak mendekat kawah dari jarak radius 1,5 kilometer.
"BPBD ada di lokasi tanpa harus diperintah. Siaga duapuluh empat jam," ujar Gubernur Jabar Ahmad Heryawan di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (22/2/2013).
Pemprov melalui BPBD Jabar, sambung Heryawan, mengikuti arahan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang menyatakan status waspada Tangkuban Parahu. Pihak PVMBG merekomendasikan pengunjung dilarang mendekat kawah dengan jarak radius 1,5 kilometer dari kawah aktif.
βͺβͺ
"Diimbau masyarakat hati-hati. Pengunjung pun harus mengikuti aturan. Sebab, gas belerang bisa berbahaya," singkat Heryawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Status Tangkuban Parahu dinaikkan dari normal menjadi waspada sejak pukul 22.30 WIB, Kamis (21/3/2013). Hal itu karena terjadi peningkatan aktivitas gunung merapi itu. Pada Kamis (21/2/2013), sekitar pukul 03:36 WIB, menurut PVBMG, teramati adanya aktivitas tremor vulkanik dan disertai ditemukan abu tipis halus pada pukul 06.00 WIB di sekitar bibir Kawah Ratu, Gunung Tangkuban Parahu. Aktivitas tremor vulkanik semacam ini terpantau terjadi kembali selama 2 jam, pada Kamis malam, dengan amplitudo yang cenderung terus meningkat.
(bbp/ern)