Rieke tampil ke atas panggung sebagai sosok Ambu, mertua Kabayan. Dalam cerita ini, dikisahkan Kabayan begitu terinspirasi oleh sosok Ambu dan Nyi Iteung istrinya.
Rieke yang memakai pakaian hitam serta rok hitam motif kotak-kotak sempat berdialog dan bersenda gurau dengan para pemain di atas panggung. Sebelum akhirnya, Rieke menyanyi dan membacakan sebuah puisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah membacakan puisi, Rieke mengajak seribuan penonton yang memadati Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) untuk ikut bernyanyi sebuah lagu marjinal
"Pasti menang harus menang, rakyat berjuang, pasti menang rakyat merdeka," seru Rieke.
Pementasan 'Musyawarah Kabayan' yang melanjutkan cerita 'Kabayan Jadi Presiden' ini menghadirkan banyolan-banyolan politik. Dalam beberapa dialognya secara tersirat menyinggung soal perempuan yang juga mempunyai kekuatan.
"Saya berharap pemimpin Jabar diberikan kepada wanita untuk berada di posisi atas. Apa yang saya sampaikan mudah-mudahan dapat diterima," ujar Joe (P-Project) yang dalam cerita ini berperan sebagai Sekjen Partai Cakcak Bodas.
Di akhir pertunjukan, Rieke mengalungkan bendera merah putih ke tubuh Kabayan. Pertunjukan yang disutradarai oleh Aat Suratin ini juga didukung oleh Nico Siahaan, Nining Meida, Bimbo dan lainnya.
(avi/ern)










































