"Memang angka paling banyak pengguna narkoba ialah pelajar tingkat SMP dan SMA. Mayoritasnya pria. Perbandingannya empat pria dan satu perempuan. Selain itu ada pengguna narkoba dari kalangan mahasiswa, pekerja, dan instansi pemerintah," jelas Kepala BNNP Jabar Anang Prananto kepada wartawan usai acara 'Peran Serta Bhayangkari Dalam P4GN di Jabar' yang berlangsung di Gedung Bhayangkara, Jalan Cicendo, Kota Bandung, Selasa (19/2/2013).
BNNP Jabar mencatat pada 2011 pengguna narkoba di Jabar mencapai 960 ribu orang atau 2,5 persen dari jumlah penduduk sebanyak 43 juta jiwa. Klasifikasi usianya antara 10 hingga 60 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Anang, narkoba menjadi primadona di Jabar yakni jenis ganja. Selanjutnya jenis ekstasi, dan sabu. Bagi kalangan menengah bawah, lanjut dia, pil dextro kerap disalahgunakan dengan cara mengonsumsi berlebihan sehingga teler, dan dampaknya mematikan.
"Maka itu perlu peran semua pihak untuk teribat pencegahan, dan pemberantasan narkoba di Jabar. Fokus kami saat ini melakukan sosialisasi bahaya penyalahgunaan serta peredaran narkoba di kalangan pelajar, dan mahasiswa. Kami akan membentuk para pelajar itu sebagai kader antinarkoba," ucap Anang.
(bbp/ern)










































